Home POLDA Dit Reskrimum Dialog Interaktif Polisi Menyapa Dengan Tema Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Dialog Interaktif Polisi Menyapa Dengan Tema Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Jayapura – Bertempat di Studio Pro 1 RRI Jayapura telah dilaksanakan kegiatan Dialog Interaktif Polisi Menyapa dengan tema” Pencegahan kekerasan dalam rumah tangga” dengan narasumber Subdit IV Renakta Dit Reskrimum Polda Papua Kompol Hakim Sodde, SH, MH dengan pemandu siaran saudarai Ida Susilawati, Kamis (20/02/2020).

Kompol Hakim Sodde, SH, MH dalam kesempatannya menyampaikan bila terjadi kekerasan dalam rumah tangga maka hukum adalah jalan terakhir untuk mencari jalan tengah. Hal yang dilakukan oleh kepolisian adalah bekerja sama dengan instansi terkait seperti Dinas pemberdayaan perempuan, para tokoh masyarakat, tokoh agama, untuk membantu penyelesaian masalah tentang kekerasan dalam rumah tangga. Ancaman hukuman bagi pelaku kekerasan dalam rumah tangga adalh 10 tahun dan denda 36 juta.

“Kita Polri dalam menangani kasus ini akan mengedepankan banyak hal seperti kami melihat hubungan keluarga, anak-anaknya apalagi masih bersekolah dll. Penegakkan hukum adalah jalan terakhir. Dalam hal ini, anak adalah tanggungjawab orangtua, jangan sampai putus komunikasi dengan anak,” ucap  Kompol Hakim Sodde, SH, MH.

Lingkungan sekitar sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak, karena anak adalah harapan bangsa yang harus di jaga dan di rawat dengan baik. Kekerasan dalam rumah tangga bisa terjadi apabila suami istri menikah secara tidak wajar (tanpa ikatan yang sah secara agama maupun secara hukum yang berlaku di NKRI), tidak memberikan nafkah lahir dan batin kepada istri dan menelantarkan anak) serta faktor ekonomi.

Lanjut dikatakan, Untuk jumlah kasus kekerasan dalam rumah tangga (kekerasan kepada perempuan di tahun 2019 itu menurun di banding dengan tahun 2018) , sedangkan untuk kekerasan dalam rumah tangga dalam hal ini menelantarkan keluarga juga sama angkanya menurun.

“Kedepan kita memang perlu mengajak beberapa tokoh, pemerintah, dinas kesehatan, dinas pemberdayaan perempuan dan Tokoh perempuan untuk melakukan beberapa terobosan terobosan guna mencegah kekerasan dalam rumah tangga dalam hal seperti mensosialisasikan kepada masyarakat jadi bukan hanya Polri saja,” tutur Subdit IV Renakta Dit Reskrimum Polda Papua.

Pihak – pihak yang terdekat mana kala terjadi kekerasan dalam rumah tangga adalah pihak RT yang terdekat untuk dapat menyelesaikan masalah kekerasan dalam rumah tangga sebelum ke polisi, karena polisi adalah Jalan terakhir. Kuncinya adalah harus membangun komunikasi diantara anak sama orang-tua sehingga timbul rasa kasih sayang di antara suatu keluarga.

Terkait dengan aborsi adalah pelanggaran hukum melanggar pasal 346, 347  tentang Undang- Undang kesehatan ayat 1  dengan  pidana 10 tahun penjara.

“Harapan kami ke depannya kepada para tokoh Agama, Adat, perempuan dan pemerintahan daerah mari kita bergandengan tangan untuk menjaga kekerasan dalam rumah tangga agar tidak terjadi,” tutup Kompol Hakim Sodde, SH, MH.

(Hms:Re)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments