Home Humanis Rasa Tidak Puas Hasil Seleksi Pelamar YPMAK Dari Suku Amungme-Kamoro Datangi...

Rasa Tidak Puas Hasil Seleksi Pelamar YPMAK Dari Suku Amungme-Kamoro Datangi Gedung MPCC Untuk Sampaikan Aspirasi

Mimika – Sekelompok massa calon pelamar LPMAK berasal dari suku Amungme-Kamoro yang dinyatakan tidak lolos seleksi administrasi yang dipelopori oleh OKIA (Organisasi Kaum Intelektual Amungme) berjumlah sekitar 70 orang mendatangi kompleks gedung MPCC yang beralamat di Lorong Agape, jalan Cendrawasih, Distrik Mimika Baru, Kab. Mimika dengan maksud dan tujuan untuk menyampaikan aksi protes terkait hasil pengumuman rekruitmen karyawan LPMAK yang tidak mengakomodir putra-putri masyarakat Amungme-Kamoro. Kamis (20/2/2020).

Rangkaian kegiatan massa berjumlah sekitar 70 orang terdiri dari Suku Amungme dan Suku Kamoro yang merupakan Orang Asli Papua (OAP) berdomisisli di Kab. Mimika, dipimpin oleh  Yohanes Kemong selaku pendiri OKIA dan di damping Septinus Timang selaku Ketua/koordinator umum dan Fransiskus Kemong selaku Sekretaris. Mereka ini adalah pencari kerja dan melamar di YPMAK ( Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amumngme Kamoro) telah memasukan lemarannya pada beberap minggu yang lalu.  Pada hari Kamis tanggal 20 Februari 2020 mereka menerima atau mendengar hasil tes, ternyata mereka tidak ada nama atau tidak lulus administrasi mereka mendatangi gedung MPCC yang merupakan milik YPMAK yang mana gedung tersebut adalah tempat tes mereka.

Aparat Kepolisian yang dipimpin oleh Kabag Ops AKP Andyka Aer, SIK didampingi Kapolsek Mimika Baru Kompol Sarraju SH   tiba di kompleks Gedung MPCC dengan membawa 1 regu Brimob BKO Bengkulu, Brimob Yon B Mimika, 1 regu Dalmas Polres Mimika untuk melaksanakan pengamanan.

Penyampaian Kapolsek Mimika Baru Kompol Sarraju SH yang intinya kami pihak Kepolisian tidak ada kepentingan untuk membatasi kegiatan orang jadi silahkan apa yang menjadi aspirasi disampaikan dengan baik dan apabila mengganggu kepentingan/ketertiban umum maka akan ditindak sesuai aturan hukum berlaku.   Yayasan punya norma atau aturan tetapi tidak untuk memaksakan kehendak dan tidak semua pelamar harus diterima dan memang harus prioritas orang Amungme-Kamoro.

Penyampaian salah satu perwakilan massa kita meminta supaya tim seleksi menghadirkan tim 11 untuk menjelaskan kenapa tidak mengutamakan calan karyawan Amungme-Kamoro.  Penerimaan karyawan harus memprioritaskan dari suku Amungme-Kamoro karena Yayasan ini bukan diperuntukkan bagi masyarakat umum. Proses seleksi ini memakai metode apa terus kewenangan perekrutan ini dari siapa, karena sampai saat ini direktur belum dilantik sehingga belum punya kewenangan untuk menerima karyawan. Ada yang di luar dari suku Amungme dan Kamoro  didalam perekrutan sehingga harus di keluarkan dari daftar supaya proses seleksi ini akan bertanding antar Papua dengan Papua saja.”

Penyampaian Yohanes  Kemong (Pendiri OKIA) yang intinya bahwa OKIA akan membentuk tim 12 yang dipersiapkan menyampaikan aspirasi saat bertemu dengan tim 11. Telah dilakukan pertemuan antara antara tim 12 bentukan OKIA dengan tim 11 yang di hadiri dari Tim 12 sebanyak 14 orang dan dari Tim 11 sebanyak 8 orang perwakilan.

Dalam pertemuan tersebut Yohanes Kemong menyampaikan bahwa ada 3 poin yang perlu di perhatikan yaitu “ Menolak rekruitmen karyawan YPMAK yang sedang berlangsung, segera laksanakan penerimaan serah terima jabatan direktur YPMAK terpilih dan jika tuntutan kami tidak di jawab maka kami akan menduduki kantor YPMAK sampai tuntutan kami dijawab.

Meskipun sedikit menuai pro dan kontra namun poin-poin hasil kesimpulan dalam pertemuan tersebut dapat diterima dan selanjutnya massa membubarkan diri kembali kerumah masing-masing situasi aman terkendali.

Penulis : Hempy

  (Hms:Re)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments