HomeFEATUREDKapolda Papua Terima Penyerahan Pernyataan Sikap Lintas Paguyuban Di Aula Mapolresta Jayapura...

Kapolda Papua Terima Penyerahan Pernyataan Sikap Lintas Paguyuban Di Aula Mapolresta Jayapura Kota

Jayapura – Bertempat di Aula Mako Polresta Jayapura Kota telah dilaksanakan Audiensi dan penyerahan pernyataan sikap lintas Paguyuban kepada Kapolda Papua yang dipimpin oleh Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw didampingi Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav R. Urbinas, SH, S.IK, M.Pd, Senin (02/03/2020) pukul 14.40.

Hadir dalam kegiatan Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs. Ahmad Mustofa Kamal, SH., Kabidkum Polda Papua AKBP Guntur Agung Supono, S.IK, Dir Intelkam Polda Papua Kombes Pol. Alfred Papare, S.IK., Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav R. Urbinas, SH, S.IK, M.Pd., Kasat binmas AKP Piter Kendek S.SOS, Ketua Kerukunan Keluarga Muna Kota Jayapura HUSEIN LEINN, Ketua Umjm Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (KKMSB) Provinsi Papua BURHANUDDIN, S.Ak,

Dan juga Ketua Brigade Manguni Kota Jayapura SONY OPARA, Sesepuh KKSS/Anggota DPRD Kota Jayapura H. DARWIS MASSI, Sekretaris umum Himpunan Keluarga Sriwijaya (HKS) Provinsi Papua ILHAM, ST , Sekretaris Umum Kerukunan Keluaraga Buton (KKB) Provinsi Papua HAMZAH LENIN, SE., MM , Wakil Ketua Kerukunan Labomora Provinsi Papua EDUARDUS UMBU PATI, S.Pd, Wakil Ketua Ikatan Keluarga Minang Provinsi Papua ERWIN CHANIAGO, Wakil Ketua Keluarga Kerukunan Maluku Utara Kota Jayapura AMIR IBRAHIM, SE, serta peserta yang hadir sebanyak kurang lebih 30 orang.

Pada kegiatan tersebut perwakilan dari Peguyuban melakukan penandatanganan pernyataan sikap oleh masing – masing Ketua Peguyuban maupun Perwakilan Peguyuban yang datang.

Adapun isi Pernyataan Sikap Lintas Paguyuban kerukunan se Provinsi Papua sebagai berikut :

  1. Menyatakan turut berduka cita atas apa yang terjadi kepada saudara almarhum Yunus warga kerukunan keluarga mandar Sulawesi Barat (KKMSB) dan almarhum saudara hali warga HKJM , Semoga almarhum ditempatkan di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan.
  2. Menyatakan bahwa lintas paguyuban Nusantara seprovinsi Papua mengutuk keras segala tindakan penganiayaan terhadap sopir truk almarhum Yunus dan pembunuhan tukang ojek almarhum hal ini adalah tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan.
  3. Mendesak kepada pihak kepolisian untuk menangkap seluruh pelaku penganiayaan almarhum Yunus dalam waktu 7 X 24 jam dan menindak tegas aparat kepolisian hingga tuntas akibat pembiaran atas penganiayaan saudara almarhum yus Yunus yang bertentangan dengan tugas kepolisian sebagai pengayom dan pelindung rakyat sebagaimana diatur dalam undang-undang nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.
  4. Meminta kepada pihak kepolisian untuk menangkap pelaku pembunuhan almarhum hali anggota pangkalan ojek RS di oksibil pegunungan Bintang dalam waktu 7 x 24 jam.
  5. Meminta Kapolri harus mempunyai sistem pengamanan yang profesional khususnya Kepada seluruh masyarakat, serta harus lebih tanggap dan tegas sehingga tidak ada lagi kejadian serupa yang menimbulkan kehilangan nyawa.
  6. Mendesak kepada pemerintah setempat untuk melakukan penerbitan Perda terkait larangan binatang ternak berkeliaran di sembarang tempat.

Demikian surat pernyataan sikap yang dibuat untuk menjadi perhatian serius.

Apabila tidak ada tindakan nyata dari kepolisian daerah Papua terhadap pernyataan sikap damai tersebut di atas, maka tidak menutup kemungkinan kami akan turun ke jalan untuk mendesak kepolisian daerah Papua sebagai reaksi pernyataan sikap lintas paguyuban Nusantara Provinsi Papua atas masalah penanganan kasus-kasus yang telah dinyatakan dalam pernyataan sikap ini.

Kegiatan di mulai dengan penyampaian Kapolresta Jayapura Kota yang menyampaikan kedatangan Kapolda Papua di polresta Jayapura kota di maksudkan sebagai menyingkapi beberapa peristiwa di dogiyai dan Oksibil yang menjadi perhatian bagi saudara – saudara di sekitar Jayapura.

“Maka pada pagi hari tadi para beliau dari kerukunan sudah berkumpul dan berniat untuk bertemu dengan bapak Kapolda untuk menyampaikan aspirasi dan sekaligus memberikan dukungan dan suport atas tindakan kepolisian yang perlu untuk diambil. Kami juga menyapaikan dua Hari yang lalu Kami menyambangi para supir teruk yang berada di sekitar pantai Hamadi memasang spanduk aksi solidaritas atas duka yang terjadi di dogiyai,” kata Kapolresta Jayapura Kota.

Kapolresta Jayapura Kota juga menambahkan sedikit latar belakang yang bisa di tanggapi oleh bapak Kapolda Papua, pertemuan siang hari ini juga akan memberikan manfaat kepada orang tua sebagai ketua paguyuban dan kerukunan maupun pengurus sehingga nantinya dapat memberikan masukan dan arahan yang lebih positif terhadap masing – masing kerukunan maupun Paguyuban dalam rangka memberikan support kepada pihak pihak Kepolisian terhadap peristiwa – peristiwa yang terjadi di Dogiyai mungkin ini yang bisa  disampaikan waktu dan tempat kami persilahkan kepada bapak Kapolda Papua.

Pada kesempatan yang sama Kapolda Papua mengatakan Puji Tuhan syukur dipanjatkan kepada Tuhan yang maha esa karena atas berkat Rahmatnya bisa bersama di tempat ini dan bisa berbincang apa yang terjadi, masyarakat yang ada di lingkungan Polda Papua dan terkait dengan kasus yang di bicarakan di Monamani Dogiyai.

“Saya sedikit menguraikan tentang hasil yang kita turun ke TKP bersama bupati Dogiai dengan Wakilnya serta kapolres dan pejabat – pejabat setempat yang hadir di sana Almarhum Demianus motte menabrak babi dan tidak bisa mengendalikan diri ahkirnya keluar jalur ke arah sebelah kanan jalan sehingga tak terhindarkan dari truk yang berlawanan arah yang di kendarai oleh Almarhum Yusyunus,” terang Kapolda Papua.

Kapolda menambahkan yang jadi pokok masalahan di sini adalah kecelakaan ganda yang di alami oleh Almarhum Demianus motte dalam peraturan lalulintas ini adalah kecelakaan ganda. Yang jadi masalah adalah di mana ia mengecek masyarakat yang memukul Yusyunus dan anggota yang turun ke TKP dan tidak bisa mengamankan Yusyunus sudah dilakukan pemeriksaan oleh Paminal Propam Polda.

“Kami perlu sedikit waktu untuk menangkap para pelaku dan menuntaskan permasalahan yang terjadi, rencananya saya setelah pejabat – pejabat dari Jakarta kembali saya akan kembali ke sana dan menyelesaikan permasalah di sana. Dalam Hukum lalu lintas Demianus Mote salah dia mengambil jalur sebelah kanan  setelah menabrak babi akibatnya tertabrak oleh truk milik Yustinus kalau dalam hukum lalu lintas kendaraan lebih besar menabrak kendaraan lebih kecil itu salah. Pelaku yang melakukan pemukulan terhadap Yustinus belum di tangkap tetapi kami sudah memiliki beberapa foto – foto dan Vidio dan cukup bukti – bukti untuk menangkap para pelaku,” tegas Kapolda Papua.

Penyampaian  Ketua Himpunan Keluarga Jawa Madura (HKJM) Provinsi Papua Sarminanto mengatakan ia adalah Forum lintas kerukunan Nusantara pada prinsipnya siapapun masyarakat ada masalah kepada masyarakat tidak kepada politik tetapi kepada kemanusiaan.

“Kita masih belum punya data akurat tentang kasus rentetan peristiwa mulai dari Agustus kemarin masih luka ganti rugi yang di janji juga baru di ganti dari bank serta terjadi juga di dogia karna termasuk memiliki Vidionya sehingga kami sebagai tumpuan kerukunan mendapatkan telepon dan pertanyaan dari masyarakat,” ujar Sarminanto.

Sekretaris Umum Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (KKMSB) Provinsi Papua Burhanuddin, S.Ak mengatakan ia sudah melakukan sholat ghaib di masjid Polda Papua, seharusnya pada hari Jumat lalu ia langsung bertemu dengan Kapolda Papua tetapi Bapak Kapolda masih ada kesibukan. ia ditelfon oleh pihak keluarga agar segera menyampaikan bahwa kasus ini segera dituntaskan dan menyampaiakan kepadanya proses ini berlangsung dari tahapan demi tahapan, ia juga minta saksi – saksi untuk diperiksa dan ia sudah komunikasi dengan sopir yang ada dibelakang Alm. Yus Yunus untuk menyampaikan kesaksiannya dengan nyata.

“Kami sebagai Kerukunan yang sama dengan Almarhum untuk meminta bapak Kapolda segera melakukan penangkapan terhadap pelaku – pelaku pengeroyokan dan memeriksa saksi – saksi yang ada di TKP dan kami sudah berkoordinasi dengan salah satu sopir truk yang berada di belakang korban yaitu Sdr. MEHER salah satu masyarakat Kawanua dan siap untuk bersaksi dan mengatakan apa yang di lihat di TKP. Tindakan ini sudah sangat tidak manusiawi dan kami juga sudah menekankan kepada paguyuban kami agar tidak terprovokasi kembali konflik horizontal,” kata Sekretaris Umum Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (KKMSB) Provinsi Papua Burhanuddin, S.Ak.

Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw menanggapi pernyataan di atas bahwa Kasus dari bulan Agustus 2019 saya sudah melakukan proses hukum  secara maksimal dengan para tersangka dan pelaku. ia juga sudah dibantu oleh pihak TNI untuk melakukan upaya hukum diJayapura ada 46 tersangka dan dihukum 6 bulan penjara, 41 OAP dan 5 Non OAP. Kapolda sudah komplen kepada Kejari dan Kajati kenapa proses sidang ini selalu ditunda tunda. Kebanyakan mereka yang ditetapkan jadi tersangka setelah proses penetapan hukuman mereka bebas karena waktu putusan sidang dikurangi masa hukuman kareana sidang yang ditunda tunda, sehingga menghambat proses sidang.

Polri tidak bisa memaksakan keputusan pengadilan tetapi Kapolda komplin kepada mereka, dan mereka para tersangka sudah di tetapkan 6 bulan hukuman di Lapas. Kejadian Aksi demo Rasisme yang berujung  Anarkis terjadi di Kabupaten Mimika, Deiyai, Jayawijaya, kota Jayapura. Saat ini Anggota Polri masih menunggu hasil dari para tersangka sebanyak 7 orang yang merupakan tokoh penggerak aksi tersebut yang ada di Kalimantan Timur.

“Kami akan tetap lakukan pencarian para tersangka yang dilakukan di Dogiyai dan di Oksibil. kami akan lakukan tindakan hukum Kepada Anggota Polsek Kamu yang berada di TKP yang mempunyai wilayah disana. Kami akan arahkan kembali kepada Anggota Kepolisian yang berada ditempat tugas, untuk penindakan hukum secara tegas, tetapi dari  mereka sendiri masih banyak yang melakukan penyelesaain dengan cara Penyelesaian Adat,” terang Kapolda Papua.

Kapolda Papua menegaskan akan yakinkan Anggota Kepolisian yang berada dilapangan pada saat kejadian genting dan ia akan memberitahukan agar lebih dekat kepada kepala kampung dan penguasaan di wilayah. Untuk kelompok – kelompok pelaku penembakan yang terjadi di Papua akan dilakukan upaya hukum dan menangkapnya baik mati atau hidup tetap akan kami lakukan hukum yang positif.

“Apabila ada pembiaran maka akan kami lakukan tindakan secara obyektif terhadap  anggota kita, dan kita akan membicarakan lagi dengan Frits Ramandey terkait adanya kata kata pembiaran. Masalah Denda ini sebenarnya tidak masuk akal dan saya juga tidak habis pikir mereka juga begitu seenaknya kalau menuntut denda. Kami harapkan Semoga semua bisa terjawab untuk ketenangan bagi keluarga yang berduka dan akan segera kami ungkap dengan tindakan hukum kami,” tegas Kapolda Papua Irjen Pol Drs, Paulus Waterpauw.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments