Sat Reskrim Polres Keerom Laksanakan Press Release Tindak Pidana Penyalahgunaan Bantuan Bencana Dan Penggelapan Bantuan Sosial

13

Keerom – Sat Reskrim Polres Keerom laksanakan Press Release tindak pidana penyalahgunaan bantuan bencana dan penggelapan Bantuan Sosial yang diperuntukkan bagi Warga yang terdampak Covid – 19 di Kab. Keerom. Bertempat Dihalaman Mapolres Keerom Jl. Bhayangkara Arso Swakarsa Kab. Keerom. Sabtu (30/05/20)

Sat Reskrim Polres Keerom melaksanakan Press Release Tindak Pidana Penyalahgunaan Bantuan Bencana dan Penggelapan Bantuan Sosial Berupa Beras yang diperuntukkan bagi warga yang terdampak Covid – 19 di Kab. Keerom, Dipimpin Kapolres Keerom AKBP Baktiar Joko Mujiono, S.IK,MM Didampinggi Kasat Reskrim Iptu Bertu Haridika, S.IK, dan Kasubag Humas Polres Keerom Iptu La Ambo, SH, MH.

Kapolres Keerom pada media mengungkapkan bahwa Sat Reskrim Polres Keerom sementara sedang menangani kasus dugaan Tindak Pidana Penyalahgunaan Bantuan Bencana dan Penggelapan (Bantuan Sosial Berupa Beras yang diperuntukkan untuk warga yang terdampak Covid – 19 di Kab. Keerom), yang di lakukan Oleh YB(40), SDB(25), MS (51)

“Timsus Polres Keerom yang dipimpin langsung Oleh Kasat Reskrim, setelah mendapatkan informasi dari jaringan terkait penggelapan yang dilakukan, kemudian tim melakukan penyekatan di jalan Poros Arso VII Kab. Keerom dan tim mendapati 3 (tiga) buah Truk pengangkut beras bansos, yang mana setelah dilakukan pengecekan pada karung beras, ada yang tidak lagi sesuai dengan berat semestinya” Kata Kapolres Keerom

Berdasarakan hasil pemeriksaan penyidik terhadap pelaku, di ketahui bahwa mereka memang sengaja dan berniat melakukan tindakan tsrsebut “Jadi, ketiga tersangka ini setelah mengambil beras dari Gudang Dolog Jayapura kemudian dibawa ke Keerom, selanjutnya mereka sengaja mengurangi jumlah sebagian beras yang dibawa untuk kepentingan pribadi” terang kapolres

ketiga pelaku beserta barang bukti berupa Uang tunai sebesar Rp 5.600.000 (hasil penjualan beras), 26 buah karung Beras bulog sebesar 1300 kg, 3 (tiga) lembar surat pengantar jalan (delivery order) beras, 1 (satu) unit truk Canter warna Kuning Nopol PA 8816 AH, 1 (satu) unit truk Toyota warna merah Nopol DS 9991 A, 1 (satu) unit truk Toyota warna hijau tanpa nopol, diamankan ke Mapolres Keerom guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Kasus ini terus dikembangkan karena informasi yang diperoleh sudah terjadi beberapa kali namun tidak ada laporan. Tiga tersangka kita jerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 78 jo Pasal 65 UU No 25 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan Pasal 372 tentang KUHP dengan ancaman penjara selama 4 tahun,” jelas Kapolres Keerom

Leave A Reply

Your email address will not be published.