Home POLRES Jayapura Disentani, Seorang Ayah Setubuhi Anak Kandungnya Berulang Kali

Disentani, Seorang Ayah Setubuhi Anak Kandungnya Berulang Kali

Sentani – Hal ini disampaikan Kapolres Jayapura saat press conference kasus persetubuhan anak yang berlangsung di halaman Mapolres Jayapura. Jumat, 05/06 siang.

Press conference yang disampaikan Kapolres Jayapura AKBP Dr. Victor Dean Mackbon, SH., S.IK., MH., M.Si didampingi Kasat Reskrim AKP Henrikus Yossi Hendrata, SH., S.IK terkait kasus persetubuhan anak sebut saja Melati (15), yang dilakukan ayah kandungnya sendiri berinisial BT (48), dimana dilakukan secara berulang – ulang, hingga sampai 5 kali, terjadi di rumah pelaku yang berada di Kampung Netar Sentani Timur Kab. Jayapura.

Kapolres Jayapura AKBP Dr. Victor Dean Mackbon, SH., S.IK., MH., M.Si saat wawancara mengungkapkan bahwa, kejadian persetubuhan terhadap anak yang dilakukan ayah kandungnya sendiri, terjadi di rumah pelaku yang berada di Kampung Netar Sentani Timur.

“Kasus persetubuhan terhadap anak kandung yang dilakukan ayahnya sendiri, dimana kejadian ini terjadi di rumah pelaku yang berada di Kampung Netar Sentani Timur, awalnya kami mendapat laporan pada tanggal 06 Mei 2020, yang dilaporkan oleh keluarga korban, jadi kejadian ini terjadi diwaktu yang berbeda dari kurun waktu Tahun 2019 hingga 2020, saat melakukan aksinya pelaku mengancam korban, sehingga anak ini tidak berani melaporkannya, namun setelah 5 kali disetubuhi akhirnya korban melaporkan ke salah satu keluarganya,” ungkapnya.

Lanjut AKBP Dr. Victor, berdasarkan laporan dari keluarga korban kami melakukan penyelidikan dan ternyata dari pelaku ini mengakui perbuatannya, pelaku beralasan melakukan hal ini karena ditinggalkan oleh istrinya, sehingga untuk memenuhi kebutuhan biologisnya pelaku melakukan perbuatan yang tidak pantas terhadap anak kandungnya sendiri, ada juga informasi yang kami peroleh bahwa istrinya melarikan diri karena pelaku sering bertindak kasar.

Pelaku BT (48) kami jerat dengan UU RI nomor 35 Tahun 2014 Jo UU RI nomor 17 Tahun 2016 tentang perlindungan terhadap anak Jo pasal 64 ayat 1 KUHP dimana ancaman hukumannya 15 Tahun penjara, namun karena ada UU lex specialis, yang mengatur apabila dilakukan oleh orang tua kandungnya ditambah sepertiga, jadi ada pemberatan sehingga pelaku terancam selama 20 Tahun penjara. Tutup Kapolres Jayapura.

Penulis : Guntur

(HMS:EAP)

1 COMMENT

  1. Semoga dapat diproses dan mendapat hukuman yg seberat2nya…. Agar ada efek jerah bagi para MONSTER PEDOFILIA … Trima kasih pa Polisi. God bless

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments