HomeKapoldaKapolda Papua Beri Penjelasan Perkembangan Kasus Meninggalnya Dua Warga Di Kabupaten Jayawijaya

Kapolda Papua Beri Penjelasan Perkembangan Kasus Meninggalnya Dua Warga Di Kabupaten Jayawijaya

Jayapura – Kapolda Papua menjelaskan perkembangan kasus dua warga yang meninggal dunia yang terjadi di dua tempat yang berbeda di Kabupaten Jayawijaya yakni di Jalan Trans Wamena – Tiom dan Jalan Safri Darwin tepatnya di Depan Gahara Wamena, Rabu (19/08).

Diketahui uraian kejadian pada hari Selasa tanggal 18 Agustus 2020 pukul 17.05 Wit bertempat di Jalan Trans Wamena – Tiom telah terjadi penganiayaan yang mengakibatkan korban an. Ismail Elopere (40) meninggal dunia yang diduga dilakukan oleh tiga orang warga masyarakat yang belum diketahui identitasnya.

Kemudian pada pukul 19.30 Wit bertempat Jalan Safri Darwin tepatnya di Depan Gahara Wamena telah terjadi penganiayaan yang mengakibatkan korban an. Yairus Elopere (25) meninggal dunia diduga dilakukan oleh lima orang pelaku yang belum diketahui indentitasnya.

Identitas Korban diketahui bernama Ismail Elopere, Laki-laki berusia 40 Tahun, Kepala Kampung Meagama dan Yairus Elopere, Laki-laki berusia 25 Tahun, Alamat Distrik Pelebaga Wamena. Kedua korban tersebut telah meninggal dunia dan hingga saat ini identitas para pelaku masih dalam penyelidikan.

Adapun identitas para saksi yakni Esi Kossay (18) yang beralamat di Kampung Meagama, Abdul Salam (18) beralamat di Jalan Safri Darwin Wamena, dan Ayyu (23) beralamat di Jalan Safri Darwin Wamena.

Atas kejadian tersebut, tindakan Kepolisian yang dilakukan yakni Menerima laporan, mendatangi TKP dan Olah TKP, mengevakuasi korban ke Rumah Sakit, melakukan koordinasi dengan TNI dan Pemda, melakukan pendekatan terhadap para tokoh, melakukan penyelidikan dan penyidikan. Kasus tersebut dalam penanganan Polres Jayawijaya.

Kapolda Papua Drs. Paulus Waterpauw mengatakan latarbelakang terjadinya dua kasus pembunuhan yang terjadi di Wamena berawal pada bulan Juli 2020 yang dimana salah satu warga an. Kikay Kalolik (60) yang di duga mengalami ganguan jiwa tinggal di Kampung Meagama hilang dan baru ditemukan pada tanggal 18 Agustus 2020 dalam keadaan meninggal dunia.

Atas kejadian tersebut, keluarga korban merasa yang bertanggung jawab atas meninggalnya korban adalah Kepala Kampung Meagama Bapak Ismail Elopere sehingga warga melakukan tindakan kekerasan terhadap Kepala Kampung hingga meninggal dunia pada hari Selasa tanggal 18 Agustus 2020 pukul 17.05 Wit di  Jalan Trans Wamena – Tiom.

Kemudian pada pukul 19. 30 Wit terjadi penganiayaan terhadap korban an. Yarius Elopere (25) hingga meninggal dunia yang diduga dilakukan oleh Lima orang warga masyarakat di Jalan Safri Darwin tepatnya di Depan Gahara Wamena.

Selanjutnya pada hari Rabu tanggal 19 Agustus 2020 pukul 16.20 Wit terjadi bentrok antar warga masyarakat Kampung Pelebaga dan Kampung Meagama Distrik Hubikosi yang mengakibatkan 10 honai warga terbakar dan 5 orang mengalamj luka akibat kejadian tersebut dan saat ini telah dirawat di Klinik Batalyon 756.

Para korban diantaranya yakni Oni Wenda (30), alamat Kampung Meagama, mengalami luka panah pada lengan kanan, Isak Elopere (28), alamat Kampung Sakma, mengalami luka panah pada telapak kaki kanan, Huwe Miyage (35), alamat Kampung Kukimo, mengalamj luka panah dilutut kanan, Deki Kossay (20), alamat Kampung Meagama, mengalami luka pada perut, dan Asalaus Miaga (23), alamat Kampung Meagama, mengalami luka panah paha kiri.

Kapolda Papua mengatakan bahwa saat ini Kapolres dan Dandim serta Bupati telah melakukan koordinasi dengan para tokoh kedua Kampung yang bertikai tersebut agar kejadian ini tidak meluas yang dapat menimbulkan korban jiwa.

Untuk pengamanan, Polres Jayawijaya di back up Brimob, Kodim 1702 dan Batalyon 756/WMS telah melakukan penyekatan di kedua Kampung tersebut untuk mengantipasi adanya bentrokan susulan.

“Dihimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah terprvokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab yang memanfaatkan situasi untuk mengganggu Kamtibmas di Kabupaten Jayawijaya, Kepolisian akan bekerja secara profesional untuk mengungkap para pelaku,” Ucap Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw.

Diakhir penyampaiannya, Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga Kamtibmas di Kabupaten Jayawijaya agar tetap aman dan kondusif sehingga masyarakat dapat beraktifitas dengan normal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments