Home POLDA Dialog Interaktif RRI Dengan Tema Pembatasan Aktivitas Masyarakat Kabupaten Jayapura Ditengah Pandemi...

Dialog Interaktif RRI Dengan Tema Pembatasan Aktivitas Masyarakat Kabupaten Jayapura Ditengah Pandemi Covid-19

Jayapura – Bertempat di Studio 1 LPP RRI Jayapura, telah dilaksanakan kegiatan dilalog interaktif dalam program Polisi menyapa, dengan topik “Pembatasan Aktivitas Masyarakat Kabupaten Jayapura Ditengah Pandemi Covid-19”, Kamis (08/10/2020).

Hadir sebagai narasumber, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, (Live by phone), Kapolres Jayapura AKBP Dr. Victor Dean Mackbon, SH., S.IK.,MH., M.Si, dan Pasiter Kodim 1701 Jayapura Mayor Infantri Edy Triwanto dengan pemandu acara Saudara Arul Firmansyah.

Kapolres Jayapura AKBP Dr. Victor Dean Mackbon, SH., S.IK.,MH., M.Si, dalam kesempatanya mengatakan bahwa perkembangan terkait dengan grafik yang terpapar Covid-19 sampai hari ini pasien yang positif kurang lebih ada 527, kemudian yang sembuh ada 360 orang dan yang dirawat sampai dengan sampai dengan per tanggal 7 Oktober 2020 sebanyak 157 orang, yang di antaranya dirawat di rumah sakit sebanyak 20 orang, yang di karantina atau melakukan karantina Mandiri sebanyak 140 orang dan yang meninggal sebanyak 9 orang, Suspect 238, kontak erat ada 2.157.

“Kami selalu melaksanakan update setiap harinya di posko tugas karena ini menjadi agenda kita dan salah satu strategi yaitu terpenting melakukan testing dan juga bisa memetakan di mana warga-warga kita yang berada atau terdampak dari pada virus Covid-19 untuk selanjutnya bisa memetakan di mana daerah merah, daerah kuning dan daerah hijau,” ujar AKBP Dr. Victor Dean Mackbon, SH., S.IK.,MH., M.Si.

Lanjut Kapolres Jayapura, kabupaten Jayapura terdiri dari pada 19 Distirk dan sudah ada 2 distrik yang masuk kategori daerah merah yaitu Distrik Waibu dan juga Distrik Sentani Kota, memang konsentrasi masyarakat banyak di daerah tersebut, untuk yang kuning itu ada di daerah Sentani timur kemudian selebihnya ini ada di yang bisa ada di daerah hijau.

“Semenjak tanggal 28 September 2020 sampai dengan hari ini kita melaksanakan Operasi Yustisi di mana operasi ini berdasarkan dari Inpres nomor 6 tahun 2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan Covid-19, kemudian di breakdown ke bawah melalui surat Perbup Nomor 50 tahun 2020,” ucap Kapolres Jayapura.

Kapolres menambahkan, testing yang dilakukan dari kabupaten Jayapura ini juga di jadikan data-data kita dan nantinya menjadi strategi kita untuk dikedepankan oleh Kabupaten Jayapura dan tentunya dengan adanya Operasi Yustisi pada masyarakat ini kita berharap akan berdampak kepada kesadaran masyarakat karena dari kesadaran tentunya akan menurunkan angka Covid-19 di Kabupaten Jayapura.

Dalam Surat Edaran yang disampaiakan oleh bapak bupati yaitu Surat Edaran nomor 800/26 tanggal 25 September 2020 , kami berasama pemerintah daerah ada beberapa upaya yang dilakakukan tidak hanya melakukan sanksi atau teguran fisik, ada juga denda administrasi yang diberlakukan untuk perorangan dan juga dunia usaha di mana yang termaksud di dalam surat edaran tersebut untuk pelaku perorangan ini terkena denda administrasi kurang lebih Rp50.000, kemudian Sesuai dengan pasal 7 pelaku usaha dendanya Rp500.000 sampai dengan 1 juta, kemudian ada juga penghentian sementara usaha selama 10 hari serta apabila terus masih belum patuh tentunya ada upaya tegas yaitu pencabutan izin usaha.

“Kegiatan ini dilaksanakan kurang lebih sudah 9 hari, didukung oleh rekan-rekan dari TNI Kodim 1701, di jajaran kami melibatkan kurang lebih ada 50 personil setiap harinya untuk bekerja tiga kali sehari yaitu pagi, siang dan juga malam hari,” tutur Kapolres Jayapura.

Sebagai informasi sampai dengan hari ini terdata dalam operasi yang kami lakukan terdapat pelanggaran perorangan saat ini ada 95 orang, pelaku usaha ada 20 orang, kemudian sanksi sosial seperti melakukan pembersihan di sekitar lingkungan pada saat kita operasi itu 88 orang, dari hasil denda administrasi sudah kurang lebih 15 juta yang mana semuanya ini dengan sesuai dengan mekanisme disetorkan kepada rekening Khasda Kabupaten Jayapura dan tentu nanti ada mekanisme sebagai bukti pertanggungjawaban dana yang masuk pada Operasi Yustisi tersebut.

“Pemerintah Kabupaten Jayapura selalu intens untuk mengingatkan kita untuk selalu memberikan sosialisasi sampai dengan ke kampung-kampung yang ada di wilayah Kabupaten Jayapura, kemudian juga untuk batasan waktu memang kita sesuai dengan surat edaran batasan waktu melakukan aktivitas yaitu pada pukul 05.00 sore atau 17.00 WIT,” pungkas AKBP Dr. Victor Dean Mackbon, SH., S.IK.,MH., M.Si.

Pasiter Kodim 1701 Jayapura Mayor Infantri Edy Triwanto dalam kesempatanya juga mengatakan bahwa untuk dukungan TNI kami sesuai perintah dari bapak Panglima Kodam XVII/Cendrawasih, semua kegiatan yang berkaitan dengan penanggulangan Covid-19 kita dukung penuh.

“Kami berpatokan dengan permintaan dari pemerintah daerah, apabila ada personil yang harus dilibatkan kami selalu siap untuk itu bisa melibatkan dari Angkatan Udara, Batalyon, kodim dan Rindam,” ucap Mayor Infantri Edy Triwanto.

Mayor Infantri Edy Triwanto melanjutkan, kalau untuk program khusus terkait Operasi Yustisi tentunya kami bersama dengan Polres dan Polsek selalu mengimbau seperti apa yang tadi telah disampaikan oleh Kapolres Jayapura kami menghimbau kepada masyarakat selain daripada itu kita juga melaksanakan pembagian sembako dan masker.

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, (Live by phone), dalam kesempatanya mengatakan bahwa masyarakat Kabupaten Jayapura tidak hanya ada di dalam satu kawasan, mereka membaur ada pegawai yang tinggal di Jayapura Kabupaten namun bekerja di Kota Jayapura dan begitu juga sebaliknya sehingga ini memang dibutuhkan ketegasan bersama terakit pembatasan.

“Saya sangat bangga dengan tim surfailance dan gugus tugas yang bekerja luar biasa dengan dukungan Polres Jayapura dan Kodim 1701 Jayapura karena mereka bekerja luar biasa sehingga memastikan bahwa Kabupaten Jayapura juga bisa melakukan karantina Mandiri,” ucap Bupati Jayapura.

Lanjut Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, kita juga minta partisipasi masyarakat agar terus membantu bekerjasama supaya kita bisa mengatasi masalah ini, jelas bahwa ini sangat efektif karena terkontrol, ada pengendalian dari tim.

“Kami akan melakukan kontrol melalui tim gugus tugas, namun kesadaran mandiri adalah yang terpenting karena tim gugus tugas juga mempunyai keterbatasan dan tidak bisa mengkontrol seluruh masyarakat Kabupaten Jayapura sekaligus,” tutup Mathius Awoitauw, S.E., M.Si.

Pada sesi Closing Statement, ketiga Narasumber menyampaikan kepada seluruh Elemen Pemerintah dan Masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran dalam mematuhi protokol kesehatan dengan selalu memakai masker, selalu mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir, menjaga jarak dan tidak berkerumun agar bersama-sama memutus mata rantai Covid-19.

(HMS:ARP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments