Home POLDA Dit Binmas Focus Group Discussion (FGD) Direktorat Binmas Polda Papua Bersama Stakeholder Di Hotel...

Focus Group Discussion (FGD) Direktorat Binmas Polda Papua Bersama Stakeholder Di Hotel Horison Kotaraja

Jayapura – Bertempat di Ballroom II Hotel Horison Kotaraja, telah dilaksanakan Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Direktorat Binmas Polda Papua bersama Stakeholder dengan tema “Dampak Pandemi Covid – 19 Terhadap Tatanan Sosial di Papua”. Rabu (04/11/2020).

Turut Hadir dalam kegiatan yaitu Dir Binmas Polda Papua Kombes Pol Aris Purbaya, S.IK, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs. Ahmad Mustofa Kamal, SH, Wadir Binmas Polda Papua AKBP M. Yamin Dian Priyono, S.IK, Waaster Kodam XVII/Cendrawasih Letkol INF. Lambert Jerry Mailoa, SE, Kepala Dinas Perindagkop Provinsi Papua Ir. Omah Laduani Ladamay, M.Si, Kasat Binmas Polresta Jayapura Kota AKP Pieter Kendek, S.Sos, MM, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Pariwisata Provinsi Papua Boni Asso, SST.Par, M.Si, Kasubbid Yanmed Dokpol RS. Bhayangkara Penata Fitri Murani, Sekertaris Dinkes/Ketua Tim Data dan Info Posko Covid 19 Dinkes Provinsi Papua Dr. dr. Arry Pongtiku, MHM, Deputi Kepala KPW Bank Indonesi Provinsi Papua Darmawan Tohap B. Hutabarat.  dr. Monalisa Manufandu (Dokter RSUD Abepura), Akademisi Entar Sutisman (Dosen Universitas Yapis Papua).

Dir Binmas Polda Papua Kombes Pol Aris Purbaya, S.IK dalam kesempatanya mengatakan bahwa pertama-tama saya mengajak kepada seluruh peserta sekalian untuk senantiasa mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan berkah, rahmat dan karunia-nya sehingga pada hari ini kita dapat hadir di tempat ini untuk mengikuti focus group discussion tahun 2020 dengan tema Dampak Pandemi Covid 19 Terhadap Tatanan Sosial di Papua.

“Kegiatan focus group discussion ini yang merupakan bagian dari bentuk kolaborasi untuk menentukan langkah bijak yang harus dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat agar situasi menjadi lebih baik,” ucap Dir Binmas Polda Papua.

Selanjutnya Focus Group Discussion (FGD) dibuka secara resmi oleh Dir Binmas Polda Papua Kombes Pol. Aris Purbaya, S.IK yang ditandai dengan penabuhan tifa.

Akademisi Entar Sutisman (Dosen Universitas Yapis Papua), dalam kesempatanya mengatakan bahwa tentang Pandemi Covid – 19 dan Tatanan Sosial Maasyarakat, awal tahun 2020 dunia (Indonesia) diguncang oleh suatu penyakit mematikan yang disebabkan oleh Virus Corona atau Covid – 19.

Menurut Ketua WHO Tedros Adhanom Gebreyesus dalam suatu pertemuan di Jenewa dimana Covid – 19 merupakan singkatan dari Co (Corona), Vi (Virus), D (Disease) yang artinya penyakit sedangkan 19 adalah tahun penemuannya di Kota Wuhan, Cina pada 31 Desember 2019.

Upaya pemerintah melalui peraturan dan kebijakan sangat berpengaruh terhadap segala sektor, termasuk perekonomian dan kehidupan sosial dalam masyarakat. Bahwa covid – 19 sangat memoengaruhi kehidupan sosial masyarakat dimana timbulnya rasa curiga dan kehilangan rasa kepercayaan serta rasa toleransi.

Deputi Kepala KPW Bank Indonesi Provinsi Papua Darmawan Tohap B.Hutabarat, dalam kesempatanya menyampaikan tentang Perkembangan Perekonomian Papua “Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Papua di Masa Pandemi”.

“Penyebaran kasus covid-19 di dunia terus mengalami peningkatan hingga 3 November 2020, total kasus covid-19 secara global tercatat sebesar 46,84 juta kasus dengan 1,2 juta kasus kematian Namun demikian penambahan kasus ini diikuti dengan penurunan tingkat kematian dengan nilai 2,57% secara global,” ujar Deputi Kepala KPW Bank Indonesi Provinsi Papua.

Disisi lain mobilitas masyarakat sepanjang triwulan 3 secara umum mengalami perbaikan dibandingkan triwulan 2 2020, hal ini tercermin dari data Google mobility repot khususnya pada sekitar pusat perdagangan dan rekreasi serta sarana transportasi umum Namun demikian beberapa negara terlihat meningkatkan pembatasan transportasi umum pada Oktober 2020.

Kepala Dinas Perindagkop Provinsi Papua Ir. Omah Laduani Ladamay, M.Si, menyampaikan bahwa kebijakan pencegahan pengendalian dan penanggulangan covid 19 dipemerintahan provinsi papua yaitu work from home, sosial distancing dan physical distancing, membatasi waktu buka pasar,kios,toko,mall,toserba dan sejenisnya pada pukul 06.00 sampai dengan 14.00 WIT, dan menutup semua jenis wisata dan hiburan, penutupan penerbangan dan pelayaran kapal penumpang di pintu – pintu masuk wilayah Papua, Bandar Udara, Pelabuhan dan Pos Lintas Batas Darat Negara (PLEN).

“Pandemi covid 19 memiliki dampak yang signifikan bagi Pelemahan kinerja ekonomi Papua  Bank Indonesia Papua memproyeksikan Papua akan mengalami Pelemahan kinerja ekonomi mencapai Rp. 5.105 T pada tahun 2020 yang sebagian besar akan terjadi pada triwulan II 2020 dari total dampak tersebut 20,39% atau Rp. 1,57 T merupakan dampak langsung dari penutupan akses,” ungkap Kepala Dinas Perindagkop Provinsi Papua.

Wadir Binmas Polda Papua AKBP M. Yamin Dian Priyono, S.IK, dalam kesempatanya mengatakan bahwa meningkatkan imunitas dan menjaga diri selama masa Pandemi Covid – 19 dan dampak dari Covid 19 yang terjadi pada ekonomi masyarakat yang paling berpangaruh terhadap para UKM.

Upayah TNI – Polri yang selama ini telah melaksanakan kegiatan sosialisasi namun semua kembali pada masyarakat, dimedia sudah diinformasikan bahwa pasien terus bertambah namun pemikiran masyarakat kita yang sedikit keras sehingga itu harus dimulai dari diri sendiri.

“Dengan pengalaman yang ada tetap waspada dan menjaga kesehatan diri, tidak usah termakan informasi yang belum tentu kebenaran dan kembali kepada Tuhan atas kuasanya dikarenakan bukan hanya kita saja yang menghadapi virus ini,” tutup Wadir Binmas Polda Papua.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan bantuan secara simbolis oleh Dir Binmas Polda Papua Kombes Pol Aris Purbaya, S.IK didampingi Waaster Kodam XVII/Cendrawasih Letkol Inf. Lambert Jerry Mailoa, SE kepada perwakilan warga terdampak Covid – 19.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments