Home FEATURED Kapolda Papua Hadiri Video Conference Commander Wish Kapolri

Kapolda Papua Hadiri Video Conference Commander Wish Kapolri

Jayapura – Bertempat di Aula Cendrawasih Polda Papua, Kapolda Papua didampingi Wakapolda Papua dan PJU Polda Papua menghadiri Video Conference Commander Wish Kapolri Jendral Pol. Listyo Sigit Prabowo M.Si, Kamis (28/01).

Pada Pukul 12.13 WIT penyampaian Kapolri Jendral Pol. Listyo Sigit Prabowo M.Si yang mengatakan, “dibidang oprasional Polri mampu memberikan jaminan rasa aman di masyarakat dengan merespon dan hadir secara cepat pada setiap situasi yang menimbulkan keresahan masyarakat. Penegakan hukum dilaksanakan untuk memberikan rasa keadilan sehingga tidak ada lagi yang tumpul ke atas tajam ke bawah, “tebang pilih”, maupun keberpihakan dalam proses penanganan tindak pidana.”

Bidang Pelayanan Publik Polri diharapkan dapat lebih cepat, mudah, serta transparan dengan prosedur yang sederhana dan tidak berbelit-belit. Dalam hal ini termasuk menghilangkan adanya Pungli dan Calo. Sedangkan di bidang Kultur hendaknya setiap personel Polri harus mampu menampilkan sikap humanis, melayani, tidak bersikap dan berperilaku yang kasar, menghilangkan kekerasan yang eksesif, koruptif maupun arogansi kewenangan yang tentunya tidak sesuai dengan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya. Satu hal yang tidak kalah penting adalah menumbuhkan budaya kerja atau etos kerja yang tinggi sehingga mampu mendorong produktifitas kinerja Polri.

Konsep Transformasi Menuju Polri Yang Presisi yaitu Prediktif atau Pemolisian prediktif yang mengedepankan kemampuan kita untuk memprediksi situasi dan kondisi yang menjadi isu dan permasalahan serta potensi gangguan Kamtibmas, Responsibilitas Rasa tanggung jawab yang diwujudkan dalam ucapan, sikap, perilaku, dan responsif dalam pelaksanaan tugas, yang secara keseluruhan ditujukan untuk menjamin kepentingan dan harapan masyarakat dalam menciptakan keamanan dan ketertiban, dan Tranparansi Berkeadilan Realisasi dari prinsip, cara berpikir, dan sistem yg terbuka, akuntabel, humanis, dan mudah untuk diawasi.

Untuk mewujudkan capaian dalam tahap I (program 100 hari), tahap II, dan tahap III secara lengkap akan dibentuk tim yang bertugas menjabarkan, mengimplementasikan, mengawasi, dan mengevaluasi yang dipimpin oleh Wakapolri dengan dibantu Irwasum Polri Perubahan yang dilakukan harus secara cepat dan benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Transformasi ini harus menjadi harapan baru bagi masyarakat (New Hope). Lakukan yang terbaik untuk masyarakat. Transformasi menuju Polri yang Presisi harus berorientasi kepada kepuasan masyarakat, tidak hanya sekedar Narasi atau Retorika.

Program Penataan Kelembagaan pertama penguatan Polsek dan Polres sebagai lini terdepan pelayanan Polri. Pemenuhan 1 Kecamatan 1 Polsek. Kedua menjadikan Polsek sebagai basis resolusi dengan memprioritaskan kegiatan Harkamtibmas sehingga Polsek-Polsek pada wilayah-wilayah tertentu tidak lagi dibebankan tugas penyidikan dan ketiga penguatan struktur organisasi Polri. Program perubahan sistem dan Metode Organisasi penyempurnaan pedoman dan standar operasional prosedur Kepolisian yang presisi berbasis data dan Teknologi Informasi.

Program menjadikan SDM Polri yang unggul di era Police 4.0 pertama rekrutmen proaktif melalui jalur Affirmative, talent scouting, dan penghargaan memiliki proporsi yang sama, kedua penataan kembali 8 (delapan) standar pendidikan khususnya pada penataan kurikulum sehingga dapat terwujud berkelas dunia (world class standard) oleh Lemdiklat Polri, ketiga fungsi operasional dan fungsi pembinaan harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh reward pembinaan karir, keempat diberikan kesempatan yang sama kepada Polwan sesuai dengan Proporsinya, minimal ada yang jadi Wakapolda, kelima ciptakan sistem seluruh anggota Polri mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh akses pendidikan, dan berikan reward bagi anggota yang sudah berhasil menyelesaikan pendidikannya, keenam pengelolaan SDM yang humanis, ketujuh peningkatan yankes yang memadai sampai wilayah terpencil dan kedelapan, pelatihan kepada pegawai Polri yang akan memasuki masa purna tugas kesembilan peningkatan jumlah (Rumah Dinas) Rumdin untuk anggota Polri.

Program perubahan Teknologi Kepolisian Modern (police 4.0) Penyusunan blueprint pedoman dalam penyatuan dan harmonisasi sistem informasi kedua pembangunan sarana dan prasarana Polsek dan Polres yang ramah untuk anak dan Disabilitas.

8 Komitmen Kapolri, Pertama menjadikan Polri sebagai institusi yang Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan (Presisi), Kedua menjamin keamanan untuk mendukung program pembangunan Nasional, Ketiga menjaga soliditas Internal, Keempat meningkatkan Sinergisitas dan soliditas TNI Polri, serta bekerja sama dengan Aph dan Kementerian/Lembaga untuk mendukung dan mengawal program peerintah, kelima mendukung terciptanya ekosistem inovasi dan kreatifitas yang mendorong kemajuan indonesia, keenam menampilkan kepemimpinan yang melayani dan menjadi teladan, ketujuh mengedepankan pencegahan Permasalahan, pelaksanaan keadilan Restoratif, dan Problem Solving, dan terakhir setia kepada NKRI dan senantiasa merawat Kebhinekaan.

Dalam kesempatannya Kapolda Papua menyampaikan kepada PJU Polda Papua yang mengatakan, “saya berinisiatif untuk membangun Polsek Bonggo Barat, di sana sudah ada Pos Polairud dan itu bisa menjadi daya tarik wisatawan nantinya karena pemandanganya sangat menjanjikan. Dikampung Yarsun juga ada ibu Bhayangkari yang mengelola hasil kerajinan tangan yaitu Abon ikan tenggiri sebenarnya banyak sekali hal-hal yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan dengan baik. Kepada Karo Rena dan rekan-rekan PJU kita harus merancang untuk membangun kinerja kepolisian di Polda Papua kita jangan mau hanya menerima nasib kita harus mau merubah nasib.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments