Home POLRES Mimika Polisi Respon Cepat Aksi Demo Damai Di Kantor OB Kuala Kencana

Polisi Respon Cepat Aksi Demo Damai Di Kantor OB Kuala Kencana

Mimika – Sekelompok masyarakat yang berjumlah 25 orang dan mengaku dari Kampung Tsinga, Waa-Banti, dan Aroanop melakukan aksi damai di Office Building (OB) 1 PT Freeport di kawasan Kuala Kencana dipimpin Obaja Magal dan Karel Kum. Selasa. (16/2).

Aksi demo damai ini, menuntut agar Departemen CLO PT Freeport Indonesia untuk dibubarkan, dengan alasan tidak transparan dalam pengelolaan dana 1 persen. Aksi damai di depan OB 1 PT Freeport Indonesia di Kuala Kencana, mendapatkan pengawalan dari aparat Kepolisian, baik Polsek Kuala Kencana maupun Polres Mimika.

Wakapolres Mimika Kompol I Nyoman Punia,S.Sos mengatakan kami dari pihak Kepolisian bahwa kegiatan kalian ini adalah melanggar aturan undang-undang karena perusahaan PT.FI merupakan obyek vital nasional serta aksi demo damai harus ada ijin dari Kepolisian dan diajukan ke pihak Kepolisian terhitung 3 x 24 jam dari rencana aksi demo itu akn dilaksanakan, jadi kami harapkan kalian membubarkan diri secara sukarela atau kami bubarkan secara paksa.

Pada aksi demonya, sekelompok warga membentangkan spanduk yang bertuliskan ‘Kami menuntut bubarkan Community Development PTFI dan Kami minta Mabes Polri segera memeriksa oknum-oknum yang mengelola dana 1 persen dan membuat masyarakat menderita’. Serta tulisan di karton ‘Dana 1 persen itu kemana?? Periksa Community’. Namun aksi demo damai tersebut tidak berlangsung lama, yang dikarenakan tidak memegang surat ijin. Sehingga semua pendemo dan perwakilan Manajemen PT.FI, diarahkan ke Mapolres Mimika, Jalan Agimuga, Mile 32 untuk dilakukan mediasi.

Dilaksanakan mediasi antara pihak manajemen Freeport dengan para perwakilan pendemo. Adapun pihak terkait yang melaksanakan mediasi adalah Bapak Rikardus komul (manajemen PTFI), Ibu lita (PTFI), Bapak Mandobar (SRM PTFI), Bapak Daniel Perwira (PTFI), Bapak Yohanes bewahan (PTFI) dan AKP Sudirman (kasat intelkam Polres Mimika/mediator).

Kapolsek Kuala Kencana Iptu Y Sera Ayatanoi mengatakan sekelompok masyarakat berjumlah 25 orang, yang mendatangi OB 1 untuk menyampaikan aspirasi. Yang pada intinya, mereka menuntut untuk bertemu dengan pemilik PTFI yang berada di Nola Amerika Serikat. Keinginan mereka bertemu dengan pemilik saham PTFI ini, guna menyampaikan aspirasi langsung tanpa adanya perantara.

“Mereka mau aspirasi yang sudah dikemas dalam bentuk surat tidak dikasihkan kepada siapapun, tapi dikasihkan langsung atau di fax kepada pemilik saham PT.FI atau Presdir PTFI Tonny Wenas. Kapolsek menerangkan, aspirasi tersebut tertulis dalam sebuah surat. Namun kita belum mendapatkan surat tersebut. Tetapi inti dari aspirasi yang mereka tulis di dalam spanduk adalah ada keinginan dari mereka agar Departemen CLO untuk dibubarkan,” jelasnya.

Lanjutnya, keinginan ini, karena menyangkut dengan pengelolaan dana 1 persen yang dikelola oleh CLO tidak transparan. Permintaan pembubaran Departemen CLO ini, karena ada kecurigaan dari masyarakat dalam pengelolaan dana 1 persen.

Karena aksi demo damai itu dilakukan di depan OB1 PTFI, dan merupakan obyek vital nasional (obvitnas), maka pihaknya mengarahkan ke Mapolres di 32. Ini dikarenakan, dalam peraturan tidak boleh melakukan demo sampai pemasangan.

“Oleh karena itu kami anggap sebagai pelanggaran dan diarahkan ke Mapolres Mimika untuk di mediasi. Selain itu dalam aksi demo damai ini mereka tidak menyampaikan surat ijin sebagaimana mestinya, yakni surat harus disampaikan dalam waktu 3 x 24 jam. Namun yang terjadi, mereka menyerahkan surat pada hari ini juga dan langsung melakukan aksi demo damai. Dengan demikian tidak ada ruang komunikasi, makanya kami arahkan ke Mapolres,” katanya.

Inti dari mediasi tersebut tetap sama, yakni meminta bertemu dengan pemilik PTFI Richard C Adkerson atau Presiden Direktur (Presdir) PTFI Tonny Wenas.

“Kami menunggu, kelanjutan dari aksi hari ini. Dimana pada pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan Manajemen PTFI akan berkomunikasi dengan Presdir PTFI agar mau menemui masyarakat menyangkut aspirasinya. Menyangkut kapan waktunya, kami tunggu saja,” tuturnya.

Hempy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments