Home POLDA Dit Reskrimsus Dialog Interaktif RRI Dengan Tema Pencegahan Penyalahgunaan Media Sosial

Dialog Interaktif RRI Dengan Tema Pencegahan Penyalahgunaan Media Sosial

Jayapura – Bertempat di Stasiun LPP RRI Jayapura telah dilaksanakan kegiatan dialog interaktif dengan tema “Pencegahan Penyalahgunaan Media Sosial”, Kamis (25/02/2021).

Hadir sebagai narasumber yaitu Kanit 1 Subdit V Cyber Dit Reskrimsus Polda Papua Iptu Arianti Hubi S.H, anggota Subdit V Cyber Dit Krimsus Polda Papua Aipda Firmansya, S.H., M.KP, Fungsional Pranata Humas Kominfo Papua Pembina TK I Rianti, SE, M.SI.

Dalam kesempatannya Kanit 1 Subdit V Cyber Dit Reskrimsus Polda Papua mengatakan, kami disini akan membahas terkait dengan literasi di Media Sosial, yang mana literasi tentang media sosial ini merupakan hal yang hang penting mengingat begitu pesatnya perkembangan teknologi. Akan tetapi, hal tersebut juga bisa menjadi Boomerang atau permasalahan tersendiri akibat pengaruh derasnya informasi di dunia maya.

Lanjut Kanit 1 Subdit V Cyber Dit Reskrimsus, Polda Papua khususnya di Direktorat Cyber saat ini sedang mengupayakan untuk bagaimana dalam menyikapi setiap kasus atau permasalahan yang di laporkan dapat terselesaikan secara kekeluargaan.

“Untuk program 100 hari Kapolri sendiri kami dari Direktorat Cyber akan mengupayakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik Polri di bidang penanganan tindak pidana di dunia Maya atau cyber crime,” ucap Kanit 1 Subdit V Cyber Dit Reskrimsus Polda Papua.

Aipda Firmansyah dalam kesempatannya mengatakan, untuk kasus penanganan dari Direktorat Cyer Polda Papua untuk penangan kasus kurang lebih 1.330 laporan di tahun 2020, jadi untuk penangannya kurang lebih ada yang sudah sampai tahap P21 kuarang lebih ada 12 kasus, sehingga untuk sampai tahap P21 kebanyakan merupakan kasus penipuan online melalui media sosial seperti facebook dan whatsapp.

“Pada jejaring whatsapp, modus operandi pelaku biasanya mengaku menjadi Institusi atau sebagai lembaga-lembaga atau penjual produk produk, dan untuk facebook sendiri juga sama tapi lebih dominan apada jual.neli barang,” ungkap Subdit V Cyber Dit Krimsus Polda Papua.

Lanjut Subdit V Cyber Dit Krimsus Polda Papua, Kami berharap kepada masyarakat untuk lebih smart dan lebih berhati-hati lagi dalam membeli sesuatu di media sosial, serta tidak mudah tergiur dengan tawaran-tawaran mudah yang justru dapat merugikan masyarakat itu sendiri kedepan. Lebih baik kita belanja offline, dimana kita bisa melihat langsung fisiknya jadi kita tidak mudah untuk tertipu.

ibu Rianti, Se., M.SI dalam kesempatannya mengatakan, Kominfo telah banyak menerima aduan terkait dengan penyalahgunaan Media Sosial. Media sosial saat ini merupakan media publik, kominfo saat ini melakukan pencegahan sosial dalam mendapat perlindungan hukum pendekatan sosial budaya dalam pendekatan kepada masyarakat karena kebanyakan masyarakat tidak menyadari bahwa handphone merupakan alat dalam berinteraksi, namun yang terjadi ada penyalahgunaan handphone, handphone sendiri telah diatur dalam undang undang ITE, UU hak cipta, dan UU Pornografi. Disitu segala sesuatu yang dilakukan di media sosial ada aturannya serta tidak digunakan semena-mena.

Masyarakat sektor kecil memiliki tingkat penyalahgunaan media sosial paling tinggi dikarenakan kesadaran masyarakat yang menganggap bahwa media sosial merupakan miliknya sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments