Home POLDA Bid Humas Dialog Interaktif RRI Dengan Tema Menjaga Harmonisasi Dan Toleransi Antar Umat Beragama...

Dialog Interaktif RRI Dengan Tema Menjaga Harmonisasi Dan Toleransi Antar Umat Beragama Di Papua

Jayapura – Bertempat di Stasiun Pro I RRI Jayapura telah dilaksanakan kegiatan Dialog Interaktif dengan tema Menjaga Harmonisasi dan Toleransi Antar Umat Beragama di Papua, Selasa (30/03/2021).

Hadir sebagai Narasumber yakni Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal SH, Ketua MUI Papua KH. Syaiful Islam Al Payage dan Anggota FKUB Papua Pendeta Jerry Rahakbauw M.Th., dengan pemandu acara Saudara Arul Firmansyah.

Dalam kesempatannya Kabid Humas Polda Papua mengatakan, kami dari pihak Kepolisian menyayangkan peristiwa terjadinya bom bunuh diri di Makassar pada hari Minggu tanggal 28 Maret 2021 kemarin, ini menjadi perihatinan berasama karena disaat kita sedang di landa situasi Covid-19 ada segelintir oknum yang sengaja membuat susasana gaduh di Rubuplik Indonesia.

“Memang kalau kita telusuri, pelaku yang baru saja menikah 6 bulan ini sudah sering melakukan kejahatan di wilayah lainnya berdasarkan data-data yang kita dapatkan sehingga pastinya doktrin yang salah sudah benar-benar masuk sehingga akhirnya mereka melakukan bom bunuh diri,” ucap Kabid Humas.

Lanjut Kabid Humas, dengan kebersamaan yang telah kita bangun di Tanah Papua,  baik seluruh komponmen masyarakat dan tokoh agama atas bimbingan dan arahan serta khotbah dari pimpinan agama puji syukur kita dapat melaksanakan ibadah dengan baik, kita dapat bertoleransi agama dengan baik, kita bisa hidup bersama dan membangun Tanah Papua ini menajdi lebih baik.

Kapolri telah memberikan instruksi dan imbauan melalui media bahwa kita harus sama-sama menjaga dan jangan panik, karena tujuan kelompok teroris adalah menciptakan kepanikan dan ketakutan maka dari itu apabila kita panik berarti tujuan para oknum tersebut berhasil. Hal yang harus kita lakukan adalah lawan dengan kebersamaan, dengan cara menjaga situasi Kamtibmas bersama-sama yang perlu kita kuatkan kepada seluruh masyarakat di Tanah Papua.

“Dari peristiwa bom bunuh diri di Makassar ditemukan 13 terduga yang terlibat dari kejadian tersebut, kami sedang menyelidiki peristiwa tersebut dan mengambil langkah-langkah upaya Kepolisaian namun tentunya kami perlu pembuktian yang cukup terakit perbutan melawan hukum tersebut,” ungkap Kabid Humas.

Kami tegaskan hal ini bisa terjadi dimana saja oleh kelompok tersebut, kita harus tetap waspada dan tidak membebankan tanggugjawab kepada pihak tertentu, kita semua harus mempuyai peran sesuai tugasnya masing-masing agar selalu melakukan kordinasi mulai dari tingkat bawah agar selalu memberikan informasi.

Ketua MUI Provinsi Papua dalam kesempatannya mengatakan, saya selaku Ketua MUI Provinsi Papua menegeskan tindakan bom bunuh diri yang terjadi di Makassar tidak mewakili umat Islam, karena tidak sesuai dengan ajaran Islam. Seluruh Ketua MUI Indonesia sudah mengutuk keras perbuatan tersebut karena malukakukan perbuatan yang tidak mencerminkan perilaku umat beragama.

“Islam itu adalah agama yang penuh kasih sayang, ini adalah prinsip yang ada dalam Islam, secara psikologis gerakan ini memukul semua agama terutama agama Islam sendiri, bahkan sekarang muncul stigma-stigma yang mengatakn Islam adalah agama teroris dan berbahaya, padahal tidak seperti itu namun itua dalah stigma yang sedang di bangun oleh segilintir oknum yang tidak bertanggung jawab,” pungkas Ketua MUI Provinsi Papua.

Lanjut Ketua MUI, saya ingin sampaikan perbutan tidak bertanggung jawab tersebut itu bukan Islam, namun agama Islma dijadikan alat untuk kepentingan politik. Mereka berasal dari kelompok yang tidak jelas, tidak termasuk dalam organisasi Islam yang ada di Indonesia seperti Muhammadiyah, NU, Nahdattul Ulama dan lain-lain yang bersifat mengajarkan Islam sesuai dengan nilai kebangsaan Indonesia.

Kami ingin menyampaikan tindakan ini harus ada penangnanan yang serius terutama dari Kemnetrian Agama agar bisa memfilter terhadap paham-paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan kita, apabila ini tidak ditangani dengan serius maka akan menjadi anacaman bagi bangsa kita di kemudian hari.

Anggota FKUB Papua dalam kesempatannya mengatakan, kami atas nama FKUB menyampaikan turut perihatin atas kejadian bom bunuh diri di Makassar karena mencederai dan melukai kemanusiaan.

Kami sudah melukakan rapat dan  mengambil sikap untuk bersikap dan mengimbau kepada selutruh masyarakat yang ada di Papua, yang menjadi barometer toleransi umat beragama tidak perlu menyikapi berlebihan Karena apabila kita menyikapi berlebihan maka oknum tesebut merasa berhasl menciptakan kegaduhan.

Secara hukum kami serahkan kepada pihak Kekolisian, kami FKUB dari sisi keagaaman mendukung dan mendoakan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi khususnya di Papua.

Pada prinsipnya kita di Papua hidup bertoleransi tapi dinamika terus berkembang, FKUB selalu membangun komunikasi terhadap semua pihak tujuannya agar bisa terus menjalin kerukunan bertoleransi untuk menjaga keamanan di Tanah Papua, maka dari itu kita jangan berdiam diri dan harus berperan katif mencegah hal-hal yang tidak dinginkan terjadi.

Pada sesi Closing Statement, seluruh Narasumber menyampaikan yang pada intinya mari kita hidup menagamalkan ajaran agama kita masing-masing, mari kita tetap bersatu dalam toleransi umat beragama yang telah terbangun di Tanah Papua sehingga tidak terpecah belah oleh pihak-pihak yang mencoba menghancurkan demi kepentingan mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments