Dialog Interaktif Dengan Topik Situasi Keamanan Di Kabupaten Puncak

6

Jayapura – Bertempat di TVRI Papua, telah dilaksanakan dialog interaktif dengan topik Situasi Keamanan di Kabupaten Puncak, Kamis (15/04).

Hadir sebagai narasumber yakni Karo Ops Polda Papua Kombes Pol Jermias Rontini, As Ops Kasdam XVII Cenderawasih Kolonel Infantri Surya Wibowo, Bupati Puncak Willeam Wandik, Kadis Prov Papua Christian Siholait.

Dalam kesempatannya Bupati Puncak mengatakan, permasalahan ini harus diselesaikan dengan cepat agar tidak terjadi kegelisahan di kalangan Masyarakat. Secara umum situasi keamanan di Kabupaten Puncak kondusif dan aman, namun masyarakat khawatir untuk beraktivitas.

“Saya berharap kepada TNI-Polri serta instansi terkait agar selalu mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan tenang, saya juga ingatkan agar persenjataan harus di simpan sebaik-baiknya agar tidak jatuh ke tangan orang-orang yang akan menggunakannya ke arah yang salah,” Ucap Bupati Puncak.

Willeam Wandik memberi pesan kepada tenaga medis serta guru-guru di Kabupaten Puncak agar tetap tenang dan jangan terprovokasi karena kalianlah orang-orang hebat dan orang-orang pilihan Negeri ini untuk menjaga dan mencerdaskan anak-anak yang berada di Papua khususnya di Kabupaten Puncak.

Karo Ops Polda Papua dalam sambutannya menyampaikan bahwa kejadian ini merupakan kejadian yang merubah Modus yang dilakukan oleh kelompok KKB kepada Warga Sipil. Selama ini yang dijadikan target adalah TNI dan Polri tetapi masyarakat sipilpun tidak luput dari sasaran termasuk Guru.

“Yang pertama kami lakukan yaitu mengimbau kepada Masyarakat yang berada di Kabupaten Puncak untuk sementara menghentikan Aktivitas sambil kita melakukan upaya-upaya Kepolisian. Kami akan melakukan evakuasi warga pendatang, selain itu tim kami juga di lapangan akan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembunuhan dan pembakaran,” Terang Kombes Pol Jermias Rontini.

Setelah itu, tim akan melakukan penindakan terhadap KKB yang berulah dalam beberapa waktu terakhir di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak. TNI-Polri akan terus melakukan pengejaran terhadap kelompok tersebut.

Karo Ops Polda Papua juga berharap situasi secara keseluruhan di Kabupaten Puncak bisa aman dan bisa dikendalikan kembali.

“Kami dari Polda Papua juga akan terus melakukan penyidikan dan penyelidikan terkait modus yang dilakukan oleh kelompok ini dan saya berharap masyarakat dapat mendukung agar sama-sama menjaga situasi Kamtibmas agar tetap kondusif guna menunjang pendidikan di Kabupaten Puncak,” Ujar Kombes Pol Jermias Rontini.

As Ops Kasdam XVII Cenderawasih dalam kesempatannya menyampaikan bahwa pihaknya akan selalu membantu Polri dalam upaya menyelesaikan permaslahan yang terjadi sekarang.

“Kami juga melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk selalu mencari Informasi sekecil apapun, serta kami ikut mencari tahu sebab terjadinya permasalahan ini,” Kata As Ops Kasdam XVII Cenderawasih.

Dirinya berharap kepada masyarakat agar selalu yakin bahwa TNI-Polri akan selalu menjaga dan akan membantu jika ada permasalahan yang terjadi.

Kepala Dinas Prov. Papua dalam kesempatannya menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan mengucapkan duka cita kepada keluarga Korban penembakan yang terjadi di Kabupaten Puncak.

“Pertama bahwa yang menyatakan bahwa guru ini adalah aparat yang menyamar jadi guru itu pemberitaan yang tidak benar, tidak ada Guru yang mau mengambil resiko besar seperti itu jadi pernyataan itu adalah Hoaks. Yang kedua tahapan seleksi untuk menjadi guru itu rumit jadi tudingan itu tidak benar, pemberitaan itu cuma pengalihan isu Pembunuhan,” Ungkap Christian Siholait.

Kejadian tersebut juga membuat Guru di beberapa Kabupaten menjadi panik dan ketakutan, namun Kadis Prov Papua tersebut berharap agar guru-guru ini bisa tetap tenang dan percaya kepada Aparat keamanan bahwa kejadian ini bisa diselesaikan dengan cepat.

“Mari kita bersama-sama masyarakat dan stakeholder agar melindungi guru karena 1 kalimat saja dari guru itu pasti berarti bagi anak-anak Bangsa,” Ujar Christian Siholait.

Leave A Reply

Your email address will not be published.