HomePOLDADit ReskrimsusDit Reskrimsus Polda Papua Gelar Rakernis Dalam Rangka Meningkatkan Kompetensi dan Konerja...

Dit Reskrimsus Polda Papua Gelar Rakernis Dalam Rangka Meningkatkan Kompetensi dan Konerja Penyidik

Jayapura – Bertempat di Aula Rastra Samara Polda Papua telah dilaksanakan Rakernis F.T Reskrimsus Polda Papua Tahun 2021 dalam rangka Meningkatkan Kompetensi dan Kinerja Penyidik Reskrimsus yang prediktif, Reponsibilitas, Transparansi, Berkeadilan guna mewujudkan kepercayaan masyarakat, Kamis (9/12/2021).

Adapun yang hadir dalam kegiatan tersebut Dir Resnarkoba Polda Papua Kombes Pol. Alfian Tanjung, S.I.K., M.Si, Dir Intel Kombes Pol. Guntur Agung Supono S.I.K., M.Si, Wadir Reskrimsus Polda Papua AKBP Dr. Victor D. Mackbon, S.H, S.I.K., M.H, M.Si, PJU Polda Papua, Kasat Reskrim Polres Jajaran dan seluruh peserta Rakernis.

Pada kesempatannya Dir Resnarkoba Polda Papua mengatakan dalam beberapa tahun terakhir Polri merupakan institusi yang paling banyak dilaporkan atas dugaan pelanggaran kewenangan sebagian besar pengaduan yang ditujukan kepada Polri bersumber dari proses hukum yang tidak prosedural.

“Tindak kekerasan (Coercive) dalam proses penyidikan serta lambatnya penanganan laporan dan pengaduan masyarakat sebenarnya hal ini tidak mengherankan, dengan segala tugas dan kewenangan yang dimiliki Polri wajar saja jika Polri selalu dituding sebagai pelaku pelanggar kewenangan,” ucapnya.

“Kurangnya pemahaman personel Polri terhadap prinsip penggunaan kekuatan Kepolisian terutama dalam tindakan represif serta pengawasan dan penindakan internal yang tidak tegas menjadi peyebabnya,” pungkasnya.

Lanjut dikatakan, banyaknya informasi yang bersifat Anonymous membuat penyebaran hoax dan hate speech pada media online begitu cepat tersebar, hoax merupakan efek samping dari era keterbukaan yang memiliki peluang untuk menciptakan perpecahan dan permusuhan karena dapat membuat masyarakat bingung akan sebuah kebenaran informasi.

Pada rakernis fungsi teknis Reskrim kali ini, saya ingin mangajak kita bersama-sama dalam menerapkan konsep pemolisian berorientasi permasalahan (Problem Oriented Policing) yang olen herman goldstein (1990) disebut dengan istilah “tailor-made” atau disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang dilayani.

“Dengan implementasi POP, maka polisi dapat meningkatkan efektifitas kegiatan yang dilakukan untuk menanggulangi akar permasalahan dengan didukung keahlian dan kreatifitas untuk mempelajari permasalahan didalam masyarakat serta menemukan solusi inovatifnya. Polisi harus bisa melibatkan pemangku kepentingan (stake holders) untuk mengakomodir kepentigan yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang dilayani (Golds Tein, 1990),” pungkasnya.

“Dalam melakukan pola POP, saya mengharapkan kepada para penyidik dan penyidik pembantu untuk dapat menerapkan metode sara yaitu Scanningadentifikasi masalah analysis/analisis permasalahan, response/langkah intervensi dan assesment/evaluasi,” tutup Dir Narkoba Polda Papua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments