HomePOLDAWakapolda Papua Hadiri Gebyar Ekspor Tutup Tahun 2021 di PLBN Skouw

Wakapolda Papua Hadiri Gebyar Ekspor Tutup Tahun 2021 di PLBN Skouw

Jayapura – Bertempat di Gedung Pos Lintas Batas Negara Skouw, telah dilaksanakan Gebyar Ekspor Tutup Tahun 2021 dan Ekspor bersama di 34 pintu export secara hybrid/daring, Jumat (31/12/2021).

Kegiatan Gebyar Ekspor Tutup Tahun 2021 dan Ekspor bersama di 34 pintu export ini diikuti oleh seluruh Kapolda di Indonesia dengan tema “Sinergi Pengawalan Dalam Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan Dan Mendunia”.

Adapun yang hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Papua Brigjen Pol Dr. Eko Rudi Sudarto, S.I.K., M.Si., Kepala Balai Karantina Pertanian kelas 1 Jayapura Muhlis Natsir, Wakil Walikota Jayapura Ir. H. Rustam Saru, M.M, Dansatgas Yonif 711 RKS, Letkol Infantri Mutakbir, Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Provinsi Papua Suzana Wanggai, Kepala Kantor Bea Cukai Jayapura Edy Susanto, Kepala Karantina Pertanian Merauke Sudirman dan Sekda Kabupaten Waropen Melianus Aiwui.

Pada kesempatannya Kepala Balai Karantina Pertanian kelas 1 Jayapura mengatakan kegiatan ini dilakukan secara serentak yang berpusat di Makassar serta kegiatan ini dilakukan secara hybrid.

“Kegiatan eksport ini khusus di Papua dilaksanakn di PLBN Skouw yang akan di lakukan secara daring. Kami dari balai karantina terus mendorong dan beruapaya agar provinsi Papua dapat mengeksport langsung ke negara tujuan,” ucapnya.

Ia menambahkan, Disisi lain Wakil Walikota Jayapura menyampaikan Kota Jayapura memiliki potensi pemgembangan komoditas yang besar dan butuh wadah yang besar untuk memperkenalkan baik domestik maupun nasional.

“Selain investasi, ekaport merupakan penggerak perkonomian bagi negara. Nilai eksport pada tahun 2020 meningkat 451 T atau presentasinya 70% sebelum tahun 2019. Kegiatan eksport gebyar tutup tahun ini dapat menjadi gairah untuk para petani dalam menggali kualitas dan kuantitas komuditas pertanian sehingga dapat meningkatkan provinsi Papua,” jelasnya.

“Kemajuan pertanian di Papua bukan menjadi tanggung jawab pemerintah saja tetapi semua tanggung jawab seluruh instasi pertanian. Kegiatan ini juga dapat menjadi wadah regulasi prosedur pasar pertanian yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat,” imbuhnya.

Diharapkan dari kegiatan ini para petani dan produsen dapat menyiapkan diri untuk memenuhi persyaratan untuk melakukan karantina daerah tujuan.

Wakapolda Papua dalam kesempatannya mengatakan kita patut bersyukur kepada para provinsi Papua yang berada pada zona hijau tetapi tetap harus memperhatikan protokol kesehatan.

“Di tahun 2022 dalam konteks presidensi G20 kita ini sebagai Host, betapa kita menjaga marwah negara Indonesia sebagai G20. Saya melihat negara-negara luar bisa menghormati kita sebagai negara besar sehingga kita harus menjaga marwah itu salah satunya dengan bagaimna kita mengexplore sumber daya alam yang luar biasa dengan benar,” ucapnya.

Lanjut, Sumber daya kita besar dari ujung barat sampai timur maka tugas kita untuk menghidupkan dan menyuburkan serta produksi secara kuat, saya berharap kami TNI-Polri dalam bidang keamanan dapat menjaga masyarakat dalam kegiatan eksport maupun impor.

Usai mendengarkan sambutan Wakapolda Papua kemudian kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan pita dalam rangka pelepasan eksport tepung terigu sebanyak 5 ton ke PNG dan pemberian cendera mata dari Kepala Balai Karantina Pertanian kelas 1 Jayapura Muhlis Natsir kepada Wakapolda Papua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments