HomePOLRESMeraukePolres Merauke Conferensi Pers, Dua Kasus Persetubuhan Anak Dibawah Umur

Polres Merauke Conferensi Pers, Dua Kasus Persetubuhan Anak Dibawah Umur

Merauke – Kepala Kepolisian Resor Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji, M.Hum didampingi Kasat Reskrim Polres Merauke AKP Najamuddin, MH melaksanakan Conferensi Pers terkait keberhasilan Polres Merauke mengungkap dua kasus persetubuan anak dibawah umur, bertempat di ruangan Humas Polres Merauke Papua Siang tadi, Kamis (20/01/2022).

Dihadapan awak media Kapolres Merauke apresiasi kinerja Kasat Reskrim dan anggotanya dalam mengungkap kasus kasus persetubuhan anak dibawah umur.

“terhadap kasus seperti ini, Kita akan meluruskannya dan kita akan memberikan jera hukum yang pantas untuk mereka, tanpa kita berikan peluang sedikitpun dan kita tidak dapat memaafkan, apalagi memperkosa anak kandungnya sendiri,” ungkapnya

“Apapun alasannya tidak dapat kami maafkan, proses hukum tetap ditegakkan,” tegasnya.

Ia menambahkan, Kasus seperti ini menjadi pelajaran juga kepada mereka dan warga agar tidak melakukan atau coba coba melakukan kasus persetubuhan terhadap anak dibawah umur.

Sementara itu, di katakan Kasat reskrim bahwa hari ini kita release kasus persetubuhan anak dibawah umur, kasus yang pertama yang terjadi di jalan Natuna Merauke dengan pelaku inisial DRY/35 tahun, dengan waktu kejadian pada tanggal 23 Desember 2021 sekitar pukul 16.30 Wit di rumah kos pelaku dijalan Natuna Merauke, Pelaku melakukan aksinya sudah beberapa kali baik di Distrik Kurik selama 4 hari dan terakhirnya di tanggal 29 Desember 2021 di kos pelaku.

Lanjut dijelaskan kasus kedua yaitu persetubuhan anak dibawah umur yang terjadi di Kampung Wendu di hutan hutan dibelakang rumah korban, dengan tersangka atas nama inisial ISPSK berumur 27 tahun, dengan melakukan persetubuhan pertama tanggal 8 agustus 2021 dan persetubuhan terakhir tanggal 8 Januari 2022.

“korban dibujuk dengan memberi uang sebesar 50.000,- rupiah lalu pelaku mengajak korban ke hutan hutan di belakang rumah korban dan melakukan hubungan layaknya suami istri, sejak pertama itu pelaku sudah sering melakukan hubungan layaknya suami istri hingga terakhir dilakukannya dengan TKP dijalan radio di rumah saudara pelaku,” ujarnya

Terhadap kasus persetubuhan terhadap anak dibawah umur yang dilakukan oleh kedua pelaku tersebut dikenakan pasal 81 ayat (2) UU RI No. 23 tahun 2002 dengan ancaman maksimal15 tahun penjara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments