Dialog Interaktif Dengan Tema “Sosialisasi Operasi Bina Kusuma Cartenz 2022”

4

Jayapura – Guna mensosialisasikan Operasi Bina Kusuma Cartenz 2022, Dir Binmas Polda Papua Kombes Pol. Gatot Aris Purbaya S.I.K hadir sebagai narasumber saat melaksanakan dialog interaktif bertempat di LPP RRI Jayapura, Kamis (14/04).

Pada kesempatannya Dir Binmas Polda Papua mengatakan pada hari ini tepatnya 14 April 2022 sampai tanggal 30 April 2022 Polda Papua akan melaksanakan Operasi yang dinamakan Bina Kusuma Cartenz 2022, Operasi ini bersifat kemandiri kewilayahan yang dilaksanakan oleh seluruh jajaran yang ada diwilayah Polda Papua.

“Operasi ini juga kebetulan bersamaan dengan menjelang hari raya paskah dan juga sedang di jalankan ibadah puasa, ini juga sangat berkolerasi antara Operasi dan juga hari raya tersebut, maksud dari Operasi ini kita akan melaksanakannya dengan pemeliharaan terhadap Kamtibmas diwilayah hukum Polda Papua terutama masalah premanisme,” ucapnya.

Kombes Pol Gatot melanjutkan sasaran dari operasi ini yaitu preman dan premanisme yang ada di wilayah Papua, sehingga mendapatkan target yang maksimal, pelaksanaan dari operasi ini memang diatur dalam Perkap 1 tahun 2019 tentang Sistem Premanisme Polri.

“Kemudian yang terlebih khusus untuk diwilayah Papua ini terutama menjelang Hari Raya Paskah juga kita berharap bahwa nantinya pelaksanaan paskah serta ibadah puasa ini akan dengan lancar,” ujar Kombes Pol Gatot.

Dir Binmas menjelaskan Operasi ini bersifat penyuluhan, sambang dan juga mendatangi tempat-tempat yang kami anggap rawan serta tempat-tempat hiburan, tentunya kami akan memberikan pembinaan agar tidak ada lagi gangguan.

“Operasi ini juga lebih ke pendekatan (Soft) jadi pendekatan dengan hati, serta yang kita ketahui situasi Covid-19 di kota Jayapura juga masih ada kami himbau juga untuk tetap menaati protokol kesehatan dan juga melaksanakan vaksinasi 1, 2, maupun 3 atau Booster,” ungkapnya.

Dir Binmas menambahkan nantinya dibeberapa tempat kami juga akan memberikan bantuan secara kontak maupun Sembako yang diperlukan oleh masyarakat setempat agar dapat bermanfaat.

“Seperti yang kita ketahui minyak goreng saat ini sedang mengalami kenaikan harga, apabila kedepannya ada penimbunan terutama penimbuanan minyak goreng dan antisipasi kenaikan BBM, hal ini menjadi potensi tempat-tempat berkerumunan serta masalah tindak pidana,” pungkas Kombes Pol Gatot.

Leave A Reply

Your email address will not be published.