Dialog Interaktif Dengan Tema “Kerja Cepat, Kerja Hebat Berantas Narkotika”

2

Jayapura – Dalam rangka menjaga situasi kamtibmas di wilayah hukum Polda Papua, Bid Humas Polda Papua melaksanakan Dialog Interaktif Polisi Menyapa dengan Tema “Kerja Cepat, Kerja Hebat Berantas Nakotika”, Kamis (30/06).

Hadir sebagai Narasumber Kasubdit III Ditresnarkoba Kompol Suheriadi, Penyuluhan Narkoba Ahli Muda BNNP Papua Nurjana S.Sos, Penyuluhan Narkoba Ahli Pratama BNNP Papua Agusman Firman, S.Psi.

Dalam kesempatannya Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Papua menyampaikan, adapun langkah dari Ditresnarkoba Polda Papua, dalam hal ini Polda Papua beserta Jajaran dalam hal penanganan Narkoba Ini tidak hanya di lakukan oleh Polda Papua saja tetapi juga di lakukan juga oleh satuan Narkoba di masing-masing Polres jajaran.

“Dalam penanganan Penyalahgunaan Narkoba di lingkungan wilayah Polda Papua, kami mengedepankan penyuluhan kepada orang yang berpotensi untuk menyalahgunakan Narkoba” ucap Kompol Suheriadi.

Kemudian tentunya apabila penyuluhan itu tidak akan cukup, tetapi apabila ada pelaku penyalahgunaan atau terlebih lagi peredaran Narkoba atau yang di katakan sebagai Bandar, maka tentunya dari pihak kepolisian akan melakukan penindakan Hukum.

Sementara itu, dari pihak Ahli Muda BNN Papua Nurjana S.Sos, manyampaikan BNN sebagai akselerasi upaya P4GN yaitu upaya pencegahan pemberantasan penggunaan dan peredaran Narkotika, BBN tentu saja bekerja sama bersama Kalangan Masyarakat juga bersama dengan Stakholder terkait.

“Di tahun 2022 ini adalah tahun sebagai percepatan P4GN dimana BBN terus mengencarkan 4 Starategi perang “Word on Drush” perang dalam melawan Narkoba, yaitu yang pertama tentang Soft Power Aprouts kemudian yang kedua Hard Power Aprouts yang ketiga Smart Power aprouts yang keempat adalah Korpresion yang di masukkan Strategi Power Aprouts adalah bahwa di periode 2021 sampai dengan pertengahan 2022, BNN telah membentuk dan telah berhasil membentuk kurang lebih 1107 desa bersih,” tuturnya.

Strategi Hard Power Aprouts pada periode yang sama yang di maksudkan adalah periode 2021 sampai dengan pertengahan 2022 sampai bulan Juni BNN Bersinergitas dengan TNI Polri Bea Cukai melalui Kep. penegakan hukum telah berhasil mengungkap kurang lebih 55.392 Kasus tindak pidana kasus Narkotika dan 71.994 orang yang menjadi tersangka degan bukti barang narkotika 42,71 ton sabu kemudian 71,33 ton ganja dan 1.630 butir ekstesi serta 186 kg koken.

Selain itu Agusman Firman, S.Psi. juga menyampaikan Terkait dengan tema kerja cepat, kerja hebat berantas Narkoba, kenapa hal ini menjadi slogan atau tema hari anti Narkotika Internasional yang jatuh di tanggal 26 Juni waktu lalu, kerja cepat Kerja Hebat dalam berantas Narkotika itu harus di lakukan dengan tindakan preventif dan edukatif dari awal harus memberikan edukasi terhadap anak di usia dini dan memberikan nilai-nilai keagamaan dan memberikan tindakan mana yang baik dan mana yang tidak baik.

“Selain itu dengan menjalin kerjasama yang baik dengan proses kegiatan yang di rencanakan, itu juga melakukan tindakan hukum yang keras kepada para pengedar Narkoba sehingga akan memberikan efek jera kepada mereka, terhadap orang-orang yang terlibat dalam mendukung peredaran Narkoba,” ucap Agusman.

Leave A Reply

Your email address will not be published.