HomePOLDABid HumasRefleksi Semester I Tahun 2022 Kapolda Papua

Refleksi Semester I Tahun 2022 Kapolda Papua

Jayapura – Sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja kepada publik, Kepolisian Daerah Papua menggelar penyampaian catatan Semester I Tahun 2022, terkait dengan capaian kinerja dan Prediksi serta Antisipasi Perkembangan Kamtibmas Semester II Tahun 2022, Kamis (30/06).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri, S.I.K, Irwasda Polda Papua Kombes Pol Alfred Papare, S.I.K., Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal, S.H, pada PJU Polda Papua serta para insanpers Papua.

Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat untuk terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif yakni masyarakat merasa aman dan nyaman kapan dan dimana saja berada, Polda Papua telah melaksanakan program Prioritas Kapolri. Untuk menunjang terlaksananya program Prioritas Kapolri, Kapolda Papua memiliki Visi, Misi dan Strategi secara maksimal diantaranya Visi terwujudnya masyarakat Papua yang aman dan tertib serta Misi melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat Papua.

Aspek anggaran, Polda Papua dan jajaran telah menerima dukungan anggaran DIPA dari Pusat (Mabes Polri), untuk dipergunakan belanja pegawai, belanja barang dan belanja modal. Pada T.A. 2022, anggaran Polda Papua sebesar Rp. 2.361.566.275.000,- meningkat sebesar Rp 435.138.641.000,-, dari Tahun 2021 sebesar Rp. Rp.1.926.427.634.000,-.

Polda Papua dengan luas wilayah 317.062 Km2 dan jumlah penduduk 2.612.854 orang, dengan jumlah anggota Polda Papua dan Polres Jajaran pada Semester I Tahun 2021 sebanyak 11.468 personel dan pada Semester I Tahun 2022 sebanyak 13.626 personel maka di Semester I Tahun 2022 terdapat peningkatan sebanyak 2.158 personel. Dari DSP sebanyak 24.316 personel, Polda Papua masih kekurangan sebanyak 10.690 personel. Peningkatan kapasitas personel Polda Papua dengan melakukan Pendidikan Pengembangan Umum (Dikbangum), Pendidikan Pengembangan Spesialis (Dikbangspes) dan Pelatihan fungsi.

Berdasarkan Data Dumas yang diterima oleh Itwasda Polda Papua di Semester I Tahun 2021 sebanyak 27 kasus pengaduan sedangkan di Semester I Tahun 2022 sebanyak 12 kasus pengaduan sehingga di Semester I Tahun 2022 terjadi penurunan sebanyak 15 pengaduan atau 55,55%.

Sementara itu, Pengaduan masyarakat terhadap Polri terkait tindak pidana selama Semester I Tahun 2022 dapat dijelaskan bahwa komplain terhadap proses penyidikan tindak pidana oleh penyidik Polri merupakan permasalahan terbesar salah satunya lamanya proses penanganan laporan polisi oleh penyidik sehingga mengakibatkan belum adanya kepastian hukum terhadap perkara yang dilaporkan.

Pemberian sanksi hukum kepada personil Polda Papua baik berupa sanksi disiplin, kode etik, pidana dan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). Selain memberikan sanksi dan hukuman, Pimpinan Polda Papua juga telah memberikan reward (penghargaan) kepada sejumlah personel dan WNI yang berprestasi berupa penghargaan sebanyak 62 orang.

Bidang pelayanan publik, Polda Papua telah melakukan berbagai perbaikan kualitas pelayanan dari, Fungsi Reskrim, Fungsi Intelejen, Fungsi Lalulintas, Fungsi Samapta dan fungsi Binmas dengan melakukan berbagai peningkatan pelayanan serta tugas rutin Kepolisian.

Berbagai kegiatan dan program dalam upaya menurunkan tingkat kejahatan di masyarakat. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah melaksanakan patroli Rutin, sebagai upaya preventif dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. Selain itu, Polda dan Polres juga rutin memberikan sosialisasi, baik itu kepada kelompok masyarakat, sekolah dan komunitas, sebagai bagian dari pemolisian Proaktif.

Program Unggulan Polda Papua, Implementasi pendekatan atau interaksi yang sangat efektif bagi Polda Papua kepada masyarakatnya adalah pendekatan secara manusiawi atau Soft Approach Policing. Dan dalam implementasinya, pendekatan tersebut adalah melalui Binmas Noken.

Secara history Binmas Noken merupakan program terapan dari program Polri sebelumnya yang juga bertujuan untuk membantu kehidupan masyarakat Papua, yakni; Binmas Teritorial, dan Binmas Pioneer, sedangkan secara filosophy Noken merupakan kantong besar bagi orang asli Papua yang berfungsi untuk menampung aspirasi/usulan/keluhan warga Papua untuk dicarikan solusinya. Filosopi dan sejarah Binmas Noken ini yang perlu dipahami oleh seluruh personil Polda Papua sampai ketingkat paling bawah, karena setiap personil mengemban fungsi “ noken”.

Implementasi dari Binmas Noken ini harus dilakukan bersama-sama mitra pengimbang (counter parts) seperti expert (para ahli), NGO (LSM), Akademisi (PT), Media (cetak dan elektronik, pemerhati social) dan Stake holders (pemerintah pusat dan daerah. Selain secara eksternal, implementasi Binmas Noken secara internal berlaku bagi semua fungsi teknis kepolisian dan fungsi pendukung dan secara konsep teknis operasionalisasi dirangkum dalam program-program dengan jargon lokal, yakni; Kasuari (Kesejahteraan untuk anak negeri), Koteka (komunikasi Tokoh Elit Kamtibmas), Si-ipar (polisi pi ajar), Peka (Peduli Kamtibmas), Matoa (Millennial Torang Maju), Papeda (pemuda pemudi cendikia) dan TIFA (Torang Insan Faham Adat), ), Keladi Sagu, Gempita dan Pace Pol.

Keseluruhan konsep operasionalisasi Binmas Noken ini diharapkan dapat menjadi solusi yang sesuai dalam menentukan peranan Polri dalam berkontribusi dalam percepatan pembangunan Papua dengan cara To win the hearts and mind the people of Papua.

Operasi Damai Cartenz 2022 yang dilaksanakan Polda Papua di back up Mabes Polri dan Satuan TNI dengan mengedepankan kegiatan Preemtif dan Preventif berhasil menyentuh dan menjawab kekurangan yang ada di masyarakat melalui berbagai program inovasi seperti, Kasuari, SI Ipar, Koteka, Keladi Sagu, Matoa dll, terbukti dengan berbagai piagam penghargaan yang berhasil di peroleh salah satunya Piagam penghargaan dari Komisi Nasional Perlindungan Anak atas dedikasi kepedulian yang luar biasa terhadap anak-anak Papua dengan program Polisi Piajar. Selain itu Satgas Damai Cartenz juga menggandeng Finalis Putri Indonesia pengiriman Papua untuk memperkenalkan Program Kasuari Binmas Noken, kemudian bekerjasama dengan yayasan Buddha Tzu Chi indonesia dalam kegiatan pemberian Bantuan Sosial Program Si – Ipar ( Polisi Pi Ajar).

Terkait dengan Gangguan Kamtibmas di wilayah Hukum Polda Papua, Trend gangguan Kamtibmas terkait kejahatan Konvensional mengalami penurunan 6,52% dari 1.625 kasus di Semester I Tahun 2021 menjadi 1.519 kasus di Semester I Tahun 2022 diantaranya kasus Pencurian, Pengeroyokan, Pencurian Dengan Kekerasan, Penganiayaan Berat dan Pembunuhan. Sedangkan Kejahatan Trans Nasional juga mengalami penurunan sebanyak 24 kasus atau 11,37% dari 211 kasus di Semester I Tahun 2021 menjadi 187 kasus di Semester I Tahun 2022, penurunan terjadi di Kasus Narkoba. Sementara untuk Kejahatan Kekayaan Negara juga mengalami peningkatan sebanyak 7 kasus atau 8,33% dari 84 kasus di Semester I Tahun 2021 menjadi 77 kasus di Semester I Tahun 2022 yakni kasus Ilegal Fishing sedangkan kasus Korupsi mengalami penurunan sebanyak 8 kasus atau 9,75%.

Selanjutnya, Situasi Keamanan dan Ketertiban Lalu Lintas terkait dengan Kecelakaan mengalami peningkatan, dimana di Semester I Tahun 2021 terjadi sebanyak 582 kasus sedangkan di Semester I Tahun 2022 terjadi sebanyak 670 kasus sehingga di Semester I Tahun 2022 terjadi peningkatan sebanyak 88 kasus atau 15,12%. Meski angka kecelakaan meningkat, namun angka kematian menurun sebesar 2,44%. Sementara untuk pelanggaran lalu lintas juga mengalami peningkatan dengan persentase 274,13% dimana di Semester I Tahun 2021 terjadi sebanyak 5.636 kasus sedangkan di Semester I Tahun 2022 terjadi sebanyak 21.086 kasus. Pelanggaran sebagian besar dilakukan oleh pengendara roda dua dengan jenis pelanggaran tidak mengenakan helm dan tidak membawa kelengkapan surat-surat.

Penanganan kasus menonjol, selama Semester I Tahun 2022 Aksi Kelompok Kriminal Bersenjata terjadi peningkatan sebanyak 11 kasus dari 33 kasus di Semester I Tahun 2021 menjadi 44 kasus di Semester I Tahun 2022 yang terjadi di Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Puncak, Kabupaten Paniai, Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Nduga, Kabupaten Peg. Bintang, Kabupaten Yalimo, Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Deiyai. Dalam kasus tersebut terdapat korban dari TNI/Polri dan masyarakat yaitu anggota TNI meninggal dunia sebanyak 7 orang dan 12 orang luka, anggota Polri 1 meninggal dunia, 2 orang mengalami luka serta masyarakat meninggal dunia sebanyak 17 orang dan luka 5 orang. Sementara korban dari Kelompok Kriminal Bersenjata sebanyak 3 orang.

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) masih menjadi ancaman yang menimbulkan ketakutan bagi warga masyarakat khususnya pendatang. Aparat keamanan tetap mengedepankan pendekatan kesejahteraan dalam penanganan Kelompok Kriminal Bersenjata. Pemerintah daerah, khususnya para bupati, diminta untuk tampil di depan agar masyarakat tidak merasa canggung terlibat dalam kegiatan kepolisian.

Polda Papua memaksimalkan upaya pendekatan yang lebih humanis, yang diharapkan bisa menjawab berbagai permasalahan yang selama ini kerap menjadi faktor pemicu terjadinya gangguan keamanan di tengah masyarakat.

Kemudian terkait dengan Operasi Kepolisian Tahun 2022, Polda Papua telah melaksanakan 6 Operasi Kepolisian terpusat maupun kewilayahan diantaranya Operasi Damai Cartenz 2022, Operasi Keselamatan Cartenz 2022, Operasi Bina Kusuma Cartenz 2022, Operasi Ketupat Cartenz 2022, Operasi Patuh Cartenz 2022 dan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) dengan Operasi Rasaka Cartenz 2022.

Mencermati trend situasi Kamtibmas Semester I Tahun 2022 ini, beberapa potensi konflik yang diperkirakan masih akan terjadi di Semester II Tahun 2022 salah satunya aksi Kelompok Kriminal Bersenjata di beberapa wilayah Provinsi Papua yaitu Kabupaten Puncak, Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Nduga Kabupaten Pegunungan Bintang dan Kabupaten Mimika, Kabupaten Yahukimo dan Kabupaten Yalimo.

Terkait dengan pencapaian Polda Papua akan terus meningkatkan Sinergitas dan keterpaduan dengan stakeholder dan para tokoh guna menciptakan Sitkamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polda Papua sehingga proses pembangunan bisa berlangsung dengan optimal dalam rangka meningkatkan kesejahteraan warga Papua.

Polda Papua atas dukungan segenap komponen masyarakat telah berupaya melakukan yang terbaik untuk menjalankan tugas pokoknya sesuai dengan amanah Undang-Undang. Kami menyadari sepenuhnya, bahwa masih terdapat sejumlah kekurangan terutama pada sektor pelayanan publik, oleh karena itu, saya atas nama seluruh jajaran Polda Papua menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat di Papua. Kedepan kami akan selalu berupaya untuk memperbaiki diri serta meningkatkan kemampuan, baik perorangan maupun kesatuan di seluruh wilayah tugas, semata-mata untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

Saya juga mengucapkan terima kasih atas upaya dan kinerja yang telah dilakukan oleh seluruh personel Polda Papua yang telah bekerja dengan semaksimal mungkin diharapkan ke depan terus tingkatkan semangat dan kinerjanya agar lebih baik lagi.

Sebelum mengakhiri Semester I Tahun 2022 ini, saya ingin mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke – 76 Tahun 2022 “ Polri yang Presisi Mendukung Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural Untuk Mewujudkan Indonesi Tangguh – Indonesia Tumbuh”.

Demikian informasi yang dapat saya sampaikan, kiranya bermanfaat bagi kita semua. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan bimbingan kepada kita semua untuk melanjutkan pengabdian kepada masyarakat, Bangsa dan Negara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments