Coffe Morning, Polda Papua Bahas Situasi Kamtibmas Diwilayah Hukum Polda Papua

1

Jayapura – Dalam menyikapi Situasi Kamtibmas Diwilayah Hukum Polda Papua, Wakapolda Papua Brigjen Pol Ramdani Hidayat, S.H memimpin pelaksanaan Coffe Morning yang dilaksanakan di Dermaga Dit Polair Polda Papua, Jumat (23/9).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut PJU Polda Papua dan Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Dr. Victor Dean Mackbon, S.H., S.I.K., M.H., M.Si.

Pada kesempatannya Wakapolda Papua menyampaikan perlu saya sampaikan bahwa rating PPK kita di Mabes Polri terkait giat 23 sudah mencapai 100% dan kegiatan-kegiatan yang lain berangsur membaik. Anev Triwulan yang selama ini di laksanakan menurut saya kurang efisien yang mana sudah banyak kejadian yang berlalu dan banyak agenda yang terlewat oleh karena itu saya menyiasatinya dengan mengadakan Coffee Morning ini.

“Untuk kasus meninggal dunia tertinggi masih di pegang oleh laka lantas dan yang utama banyak lakalantas yaitu dikarenakan mengkonsumsi minuman keras. Saya memberikan atensi kepada Karo SDM agar di perkuat bagian Wasidik Polda Papua karena itu merupakan bagian Dumas yang perlu ditingkatkan,” ucap Wakapolda.

Berkaitan dengan PAM Unras kemarin saya sangat berterimakasih karena kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancer dan tertib. Dalam press release kemarin saya sudah menyampaikan bahwa kami dari Polda Papua harus siap untuk mengamankan apapun kebijakan yang di putuskan oleh KPK RI kepada Gubernur Papua.

“Kita juga harus bisa mengantisipasi terkait penyebaran berita HOAX, contohnya kemarin saya mendapatkan informasi HOAX terkait penangkapan Yunus Wonda dan karena saya sudah mendapatkan informasi bahwa berita itu bersifat tidak benar maka saya langsung memerintahkan Kabid Humas Polda Papua untuk membuat pernyataan bahwa berita itu tidak benar agar tidak membuat dampak kericuhan di Papua,” ujar Wakapolda Papua.

Wakapolda Papua menambahkan permintaan maaf untuk Dansat Brimob Polda Papua bahwa salah satu anggotanya akan segera disidangkan dan di Pecat. Hal tersebut bertujuan untuk membuat efek jera dan pengingat kepada kita semua supaya menjadi anggota Polri yang menjadi lebih baik kedepannya

Dikesempatan yang sama Karo Ops Polda Papua menyampaikan Pada pelaksanaan PAM Unras dimohon pada saat situasi Urgen di lapangan dan kita harus all out kiranya Dir Samapta agar mengeluarkan mobil AWC dan lebih baik digunakan dari pada di diamkan di Mako Polda Papua.

“Kami perlu kerjasama dengan rekan PJU terkait apabila nanti ada upaya paksa dari KPK RI terkait penetapan Gubernur Papua sebagai Tersangka, kita harus menyiapkan segala sesuatunya dan nanti kita akan berkoordinasi dengan Kapolresta Jayapura Kota untuk membuat Sispamkota yang lebih baik yang bertujuan agar jangan sampai kita kecolongan lagi seperti kasus Riki Ham Pagawak,” ungkap Karo Ops.

Karo Ops melanjutkan sekedar info untuk Operasi kota Polda Papua masih memiliki beberapa Operasi yaitu Ops Amole yang akan berakhir pada akhir bulan ini tentunya ada pergantian dan rotasi, untuk pam PT Freeport yang kedua Ops Damai Cartenz selesai pada 31 Desember 2022 yang ketiga ada Ops Bina Waspada yang dipimpin Dir Binmas Polda Papua yang mana akan berakhir pada tanggal 28 September 2022.

Dir Binmas Polda Papua juga menyampaikan perlu diketahui juga bahwa Kabupaten Jayawijaya juga merupakan salah satu kabupaten yang rawan aksi Unras terkait penetapan Gubernur Papua sebagai tersangka Korupsi oleh KPK RI, maka dari itu saran dari kami 1 SSK jangan di ambil dari Wamena biarkan saja 2 SSK itu tetap bersiaga di sana dan apabila di butuhkan perkuatan di Polda Papua maka kami nanti akan meminta bantuan dari Rekan kota TNI.

“Untuk mengantisipasi permintaan jalur excape kami memiliki alternatif bahwa di Kodam XVII Cenderawasih memiliki helikopter yang dapat di gunakan sebagai jalur excape nanti akan kami koordinasikan dengan pihak Kodam XVII Cenderawasih jika diperlukan,” tandas Dir Binmas Polda Papua.

Leave A Reply

Your email address will not be published.