Polisi Tangani Kasus Penganiayaan yang Berujung Pertikaian Dua Kelompok Massa di Wamena

23

Jayapura – Kepolisan Resor Jayawijaya tengah menangani kasus penganiayaan yang berujung pertikaian dua kelompok massa di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, kejadian itu berawal pada Jumat (11/11) pukul 20.15 WIT, di Jalan Yos Sudarso, Kampung Sinakma Wamena, Kabupaten Jayawijaya terjadi penganiayaan an. Yanus Kolalik yang menyebabkan korban mengalami luka hingga kritis.

“Penganiyaan itu dilakukan oleh sekelompok orang tidak dikenal (lidik), dari kejadian itu korban dibawa oleh masyarakat disekitar TKP mengevakuasi ke RSUD Wamena karena mengalami luka benturan benda tumpul bagian wajah serta luka tusuk pada bagian dada atas kanan,” ujar Kombes Kamal.

Piket jaga Polres Jayawijaya yang mendapat laporan tersebut kemudian mendatangi TKP dan mengecek kondisi korban di RSUD serta meminta keterangan para saksi di lokasi kejadian.

Kemudian pada Sabtu (12/11) sekitar pukul 02.00 WIT dini hari, korban penganiayaan an. Yanus Kalolik dinyatakan meninggal dunia di RSUD Wamena.

Dari kejadian itu anggota mengamankan 1 Unit mobil angkutan A1 warna putih merk Suzuki dengan Nopol   PA7086BA dan 1 bilah pisau ditemukan di dalam mobil tersebut.

“Saat ini Polisi masih menyelidiki pelaku penganiyaan yang mengakibatkan korban an. Yanus Kalolik meninggal dunia,” ujarnya.

Keluarga korban tidak terima dengan meninggalnya Yanus Kalolik, sekitar pukul 16.00 WIT dari arah kota melakukan penyerangan ke arah Jalan Trans Kimbim dengan merusak rumah dan membakar honai dapur yang merembet ke 2 rumah kos-kosan dan 4 Unit kios terbakar serta merusak kendaraan yang berada di jalan yang dilalui oleh massa.

Setelah masa pihak korban di arahkan mundur oleh aparat kepolisian, massa dari pihak terduga pelaku menerobos menggunakan mobil strada silver membawa masa 20 orang menuju arah massa pihak korban kemudian terjadi saling serang, aparat kepolisian mengambil langkah-langkah dengan menembakkan gas air mata guna memisahkan massa.

Kabid Humas mengatakan akibat saling serang itu terdapat korban yg diduga dari pihak pelaku an. Hisay Elopere yang mengalami luka panah di bagian punggung dan Albert Hima mengalami luka pada bagian kaki sebelah kiri akibat panah.

Selain itu terdapat juga 3 korban dari anggota Polisi pada saat melerai dua kelompok massa yang bertikai an. Aipda zainal efendi terkena panah di bagian kaki, dan Bripda Glen Rumbiak terkena panah di kaki kanan dan Bripda Emanuel Rizal Faldo Heroka terkena goresan panah di pelipis kanan

Dikatakan bahwa, 3 korban anggota Polisi yang mengalami luka dan 2 orang korban dari warga yang diduga pihak pelaku penganiyaan sudah mendapat perawatan di RSUD Wamena.

“Saat ini situasi kamtibmas di Kabupaten Jayawijaya pasca pertikaan relatif kondusif, personil gabungan dapat melerai antara kedua belah pihak dan dapat di kendalikan. Aparat TNI-Polri masih melakukan Patroli dibeberapa titik di Kota Wamena” tandasnya.

Kerugiaan materiil:
1. 2 (Dua) Rumah Kos – kosan terbakar;
2. 1 unit Mobil Truck (rusak);
3. 1 Unit Mobil Kijang Warna (rusak);
4. 1 Unit rumah mengalami pengrusakan;
5. 2 Unit Rumah (rusak);
6. 1 (satu) Buah Gapura terbakar;
7. 1 (satu) Buah honai dapur terbakar;
8. 4 (empat) unit kios terbakar.

Identitas korban luka:
1.Hisay elopere (diduga pihak pelaku);
2.Albert hima (diduga pihak pelaku);
3.Aipda zainal efendi (anggota Polri);
4.Bripda Glen Rumbiak (anggota Polri);
5.Bripda Bripda Emanuel Rizal Faldo Heroka (anggota Polri).

Identitas korban penganiayaan:
-Yanus Kalolik.

Leave A Reply

Your email address will not be published.