Kasat Reskrim Polres Sarmi Pimpin Gelar Perkara 3 Kasus Yang Berbeda

39

Sarmi – Bertempat di ruang rapat Satuan Reserse Kriminal Polres Sarmi diaksanakan gelar perkara tindak pidana dengan 3 (tiga) yang berbeda, diantaranya kasus penyaniayaan, KDRT dan pencurian yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Sarmi Iptu Fransiskus taborat, SH, Rabu (23/11).

Gelar perkara ini didasari atas Laporan Polisi Nomor : LP/B/97/XI/2022/SPKT/RES SARMI, tanggal 08 November 2022 terkait tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh Sdri. SYS terhadap korban Sdri. EK sebagaimana dimaksud dalam pasal 351 ayat (2) KUHP. Sedangkan untuk tindak pidana KDRT sesuai dengan Laporan Polisi Nomor : LP/B/84/IX/2022/Spkt/Res Sarmi, tanggal 13 September 2022 terkait tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh ND terhadap korban MS sebagaimana dimaksud dalam pasal 44 Ayat (1) Undang-undang RI nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.

Kanit 4 Sat Reskrim Polres Sarmi Bripka Ichal, SH dalam paparannya saat gelar perkara kasus penganiayaan mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan para saksi-saksi dan terlapor diperoleh persesuaian dan dikuatkan dengan alat bukti diperoleh petunjuk bahwa tindakan yang dilakukan oleh terlapor adalah peristiwa hukum yang dapat dipidana karena telah terpenuhi 2 (dua) alat bukti yang sah sesuai dengan pasal 184 KUHAP.

“Untuk kasus KDRT dari hasil proses penyidikan, penyidik mengatakan Korban MS telah mengajukan surat permohonan pencabutan laporan polisi kepada Kapolres Sarmi dan pertemuan penyelesaian masalah antara pihak korban dan pihak terlapor yang kedua belah pihak sepakat untuk berdamai sehingga dibuatkan surat kesepakatan perdamaian pada tanggal 03 November 2022 dan ditandatangani oleh kedua belah pihak diatas materai,” ucap Kanit 4 Reskrim.

Dirinya menambahkan bahwa dari hasil gelar perkara peserta gelar sepakat untuk menetapkan status dari terlapor menjadi tersangka untuk kasus penganiayaan, sedangkan untuk Kasus KDRT telah dilakukan pertemuan antara pelaku dan dan korban untuk berdamai, sedangkan dari kasus pencurian yang terjadi, penyidik sepakat untuk menghentikan proses penyelidikan.

“Untuk kasus pencurian sendiri telah dilakukan upaya perdamaian, dimana korban sepakat untuk berdamai dengan pelaku dan telah mengajukan permohonan pencabutan laporan, sehingga kami sepakat untuk menghentikan proses penyelidikan,”ungkapnya

Lanjut Kasat Reskrim bahwa dari hasil gelar perkara ini 2 (dua) kasus kami telah sepakat untuk menghentikan proses penyelidikan, diantaranya kasus pencurian dan KDRT, sedangkan untuk kasus penganiayaan kami sepakat untuk melakukan proses hukum lebih lanjut dengan menetapkan status terlapor menjadi tersangka dan akan kami menyurat ke JPU untuk proses hukum lebih lanjut.

Leave A Reply

Your email address will not be published.