Polisi di Dogiyai Kenalkan Abjad Bagi Anak Usia Dini Dalam Program Si-Ipar

banner 468x60

Jayapura – Bripda Fadli Disastra, anggota Satuan Binmas Ops Rasaka Cartenz-2023 Polres Dogiyai mengajar anak usia dini yang tidak bersekolah di Kampung Bomomani, Distrik Mapia, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Rabu (12/7/2023) siang.

Dalam kegiatan tersebut, Bripda Fadli mengajarkan paskha yang berusia 6 tahun mengenal huruf abjad dengan cara yang menyenangkan.

Dengan penuh semangat, Bripda Fadli mengajarnya untuk mengenal setiap huruf abjad dengan menggunakan pendekatan bermain dan bernyanyi agar anak-anak lebih mudah menghafal huruf-huruf tersebut.

“Melalui lagu yang dinyanyikan, anak-anak diajak untuk menyebutkan huruf abjad secara berurutan,” ucapnya.

Setelah pembelajaran, dirinya juga membagikan makanan ringan kepada Paskha. Upaya ini sebagai bentuk apresiasi dan motivasi bagi Paskha semakin bersemangat dalam belajar. Kehadiran Tim Binmas di lingkungan mereka turut membuat anak-anak senang dan antusias.

Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Rasaka Cartenz-2023, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo mengatakan, Program Si Ipar merupakan upaya Polda Papua untuk meningkatkan kualitas Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di bidang pendidikan.

Kabupaten Dogiyai sendiri memiliki IPM dengan kualitas masih rendah, yaitu 55,72, berdasarkan data BPS akhir tahun 2022. Angka tersebut berada di bawah target nasional yang mencapai 60.

“Kami berharap pemberian materi abjad kepada anak-anak usia dini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam peningkatan IPM di Kabupaten Dogiyai. Selain itu, melalui program Ops Rasaka Cartenz-2023, polisi juga berupaya mendekatkan diri kepada masyarakat dan memberikan pendidikan dasar kepada mereka yang belum mendapatkan akses pendidikan formal,” tambahnya.

Humas Polda Papua