Tanah Amblas Akibat Luapan Kali Tami, Polres Keerom Gerak Cepat Lakukan Penimbunan

banner 728x250

Keerom – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Keerom dalam beberapa hari terakhir menyebabkan luapan air di Kali Tami, pada Senin (16/02/2026).
Debit air yang meningkat mengakibatkan terjadinya pengikisan pondasi di sekitar jembatan penghubung warga hingga memicu tanah amblas di area tersebut. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi putusnya akses jembatan yang menjadi jalur vital masyarakat.

Merespons situasi tersebut, Polres Keerom bergerak cepat melakukan langkah-langkah penanganan guna mencegah kerusakan yang lebih parah. Atas perintah Kapolres Keerom, kegiatan penimbunan segera dilaksanakan di lokasi terdampak dengan dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Keerom.

Dalam pelaksanaannya, Polres Keerom bersinergi dengan dinas terkait serta melibatkan masyarakat setempat. Sejumlah personel Polres Keerom dan jajaran dikerahkan ke lokasi bersama alat berat untuk melakukan penimbunan dan penguatan area yang terkikis arus sungai. Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif guna mengantisipasi terputusnya jembatan serta menjamin keselamatan dan kelancaran aktivitas warga.

Kehadiran personel di lapangan tidak hanya berfokus pada penanganan teknis, tetapi juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat curah hujan masih berpotensi terjadi. Petugas juga melakukan pemantauan berkala terhadap kondisi debit air dan struktur jembatan guna memastikan situasi tetap aman dan terkendali.

Kapolres Keerom AKBP Astoto Budi Rahmantyo, S.H.,S.I.K.,M.H, melalui
Kabag Ops Polres Keerom AKP Dr. Hendrik R. Sipahutar, S.Sos., M.H., menyampaikan bahwa langkah cepat yang dilakukan merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami tidak ingin mengambil risiko terhadap keselamatan warga. Begitu menerima laporan adanya tanah amblas akibat luapan Kali Tami, kami langsung mengerahkan personel untuk melakukan penanganan darurat di lapangan,” ujar Kabag Ops.

Lebih lanjut disampaikan bahwa sinergitas antara Polri, pemerintah daerah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi situasi darurat seperti ini.

“Kolaborasi yang solid sangat diperlukan agar penanganan dapat berjalan cepat dan efektif. Kami mengapresiasi dukungan dari dinas terkait serta partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan penimbunan ini,” tambahnya.

Kapolres juga menegaskan bahwa Polres Keerom akan terus melakukan monitoring dan koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi dampak lanjutan dari cuaca ekstrem.

“Kami mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila ditemukan potensi kerawanan lainnya. Polres Keerom siap hadir dan bertindak cepat demi menjaga keselamatan serta keamanan seluruh warga,” tutupnya.

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
banner 728x250