Jayapura –  Bertempat di GOR Waringin Kota Jayapura Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH. menghadiri acara pelantikan pengurus kerukunan Keluarga Maluku Utara (KKMU) kota Jayapura dan paguyuban se Maluku Utara, Sabtu (08/02/2020).

Turut Hadir dalam kegiatan tersebut Sultan Tidore H. Husain Alting Sjah. SE. MM., Ketua Dewan Pembina KKMU provinsi Papua Drs. H. Ibrahim Badaruddin, M. Si., Kapolda Papua yang di wakili oleh Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH, Walikota Jayapura DR. Benhur Tomy Mano, MM, Walikota Tidore Kepulauan provinsi Maluku Utara, Staf Ahli Gubernur Provinsi Papua Ibu Ani Rumbiak,  para Sesepuh beserta masyarakat paguyuban se Maluku Utara Kota Jayapura,.

Acara di awali dengan tari-tarian Maluku Utara, sambutan Ketua Panitia, sambutan ketua KKMU provinsi Papua, Walikota Jayapura, sambutan Gubernur Provinsi Papua yang di wakili oleh Staf Ahli Ibu Rumbiak, acara pelantikan pengurus kerukunan Maluku Utara (KKMU) oleh Sultan Tidore H. Husain Alting Sjah, SE, MM dan di lanjutkan dengan sambutan Sultan Tidore Sultan H. Hussain Alting Sjah, SE, MM, serta di akhiri dengan foto bersama dan ramah tama.

Adapun Sambutan Sultan Tidore H. Husain Alting Sjah, SE, MM yang mengatakan, Terimakasih atas kesempatan yang di berikan oleh saya untuk hadir di tempat ini, di kota Jayapura, kota yang di berkati oleh Tuhan yang maha Esa Allah SWT. Saya teringat kata-kata kakek saya bahwa Papua sudah menjadi satu dengan Indonesia, kita berharap Papua bisa utuh selamanya bersama Negara Kesatuan Republika Indonesia.

“Akan tetapi kalau Tuhan berkendak lain, semua boleh berpisah tetapi ada satu hal yang kalian tidak boleh tinggalkan ialah kau tidak boleh berpisah (tinggalkan) bersama orang Papua karena Papua adalah bagian dari kau (orang Tidore). Semua boleh bubar tetapi engkau tidak boleh bubar dengan orang Papua karena Papua adalah bagian yang tidak bisa terpisahkan dengan kau (Tidore),” ucap H. Husain Alting Sjah, SE, MM.

Adapun perjalanan perjalanan para peninjil-peninjil itu jauh sebelum Oto dan Geisler datang ke tanah Papua, sesungguhnya para peninjil itu sdh masuk ke tanah Papua, tanah yang di berkati oleh Tuhan yang maha Esa.

“Semua orang tahu bahwa tanah Papua adalah tanah yang di berkati oleh Tuhan maka sesungguhnya agama agama sdh ada di tanah Papua ini, baik itu islam dan Kristen melalui dengan peradaban peradaban. Dengan adanya peradaban peradaban itu maka mereka tahu cara bertutur kata, sopan santun sebagaimana yang di atur oleh agama masing-masing,” lanjut Sultan Tidore H. Husain Alting Sjah, SE, MM.

Oleh karena itu, orang-orang tua kita dulu mengatakan jangan pernah berpisah dengan tanah Papua karena tanah Papua adalah tanah yang di berkati oleh Tuhan yang maha Esa. Pada hari ini alhamdulillah saya di pertemukan dengan saudara saudara saya yang ada di tanah Papua ini, bertemu dengan Walikota dan masyarakat kota Jayapura.

Kita semua berhap agar tali ikatan persaudaraan ini antar orang Papua, Maluku Utara (Tidore), agar tetap satu untk menuju Indonesia yang sejahtera, Indonesia yang berkeadilan.

“Saya sangat terharu datang ke sini karena dapat bertemu dengan orang Papua saudara saya sendiri. Karena para orang mengatakan bahwa Papua dan Tidore itu di ikat bukan berdasarkan politik semata tetapi di ikat berdasarkan sumpah yang akan di pegang Teguh,” tutup Sultan Tidore H. Husain Alting Sjah, SE, MM mengakhiri sambutannya.

(Hms:Re)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here