Tribratanews.papua.polri.go.id Polda Papua bertempat di Aula Rastra Samara Polda Papua telah dilaksanakan Coffee Morning Forkompimda Dengan Pembahasan Mencari Solusi Kepulangan Mahasiswa Papua yang dipimpin oleh Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Rudolf Albert Rodja.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe S.IP, MH., Ketua DPR Papua Dr. Yunus Wonda, SH, MH., Analis Kebijakan Utama bidang Sespimti Lemdiklat Polri/ Wakil Ketua Desk Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw, Pandam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring, Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Rudolf Albert Rodja, Danlantamal X Jayapura Brigjen TNI (Mar) Nuri Andrianis Djatmika, Waka Polda Papua Brigjend Pol Drs. Yakobus Marjuki, Kadislog Lanud Silas Papare Letkol Topan, Sekda Provinsi Papua T.E.A Herry Dosinaen, S.IP, M.KP., Ketua MRP Timotius Murib, Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Provinsi Papua Doren Wakerwa, SH, Kasdam XVII Cenderawasih Brigjen TNI Irham Waroihan, S.Sos., Asops Kodam XVII/CendrawasihKol. Inf Jarot S., Aster Kasdam XVII/Cenderawasih Kol. Inf Mochamad Andi Tri Hantono., Asintel Kasdam XVII/ Cenderawasih Kolonel Inf Juinta Omboh Sembiring, SH., SE., PJU Polda Papua, Kapolres Jayapura, Sekretaris Pokja Perempuan MRP Nani Orpa., Wakil Rektor USTJ Isak Rambara, Rektor Universitas Yapis A. Rasyid.

Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Rudolf Albert Rodja dalam sambutannya menyampaikan, Terimakasih atas kehadiran bapak ibu yang telah hadir pada Coffee Morning guna mencari jalan keluar dan solusi terkait kepulangan mahasiswa dari luar daerah papua dimana merupakan reaksi atau dampak dari rasisme yang terjadi di luar daerah, agar tidak menimbulkan masalah baru.

Ada beberapa alasan yang kami temui setelah dilakukan kordinasi melalui seluruh polres dengan adik-adik mahasiswa yaitu yang pertama mereka merasa tidak aman di asrama, kemudian juga merasa diawasi.

“Kami laporkan kepada bapak gubernur bahwa kami melakukan vidio confrence dengan bapak Kapolri dan bapak Kapolri memerintahkan seluruh Kapolda dan jajaran untuk/agar memberikan rasa aman kepada adik-adik mahasiswa Papua dengan pola pendekatan yang baik sehingga mereka tidak merasa ketakutan dan terintimidasi,”kata Kapolda.

“Kemudian yang kedua ada beberapa  orang tua yang merasa anaknya tidak aman sehingga meminta anaknya untuk pulang, sebagian besar para mahasiswa sekitar 20 orang yang pulang kembali rumah masing – masing dan sudah ada di beberapa kabupaten, kemudian mereka pandang situasi sudah kondusif dan ingin kembali ke tempat kulaih namun mereka meminta agar bupatinya untuk mengantarkan kembali ke tempat kuliah,”tambah Irjen Pol Rudolf Albert Rodja

Lanjut Kapolda, Adanya politisasi mahasiswa dimana adanya kelompok yang memanfaatkan mereka untuk tujuan tertentu, pulangnya adik – adik kita ini merupakan korban dari tragedi yang terjadi. Sebagian dari mereka sudah membeli tiket dan sudah ada di Jayapura, sebagian sudah ada di kabupaten yang tentunya memerlukan biaya yang cukup besar, pertanyaannya siapa yang membiayai mereka.

“Saya mendengar informasi bahwa pada bulan November aktifitas perkuliahan pada tahap ujian mid semester, sedangkan mereka para mahasiswa tidak memiliki ijin meninggalkan perkuliahan maupun surat rekomendasi dari tempat kuliah dan tentu akan mendapat sangsi dan atau sulit untuk mengikuti kembali perkuliahan jika mereka kembali ke tempat kuliah,”tutur Mantan Kapolda Papua Barat.

Kapolda Papua menambahkan, kami memiliki data namun data tersebut sewaktu waktu berubah kita datakan ada sekitar 172 mahasiswa yang kembali ke Papua dimana terbilang cukup banyak sebagian tertampung di asrama mahasiswa yang ada di Jayapura, yang paling banyak dari Manado Sulawesi Utara sekitar 500 orang, kemudian dari Surabaya sekitar 109 orang, Jakarta sekitar 164 orang, Jogjakarta sekitar 36 orang, Makassar sekitar 32 orang, Sumatera sekitar 31 dan daerah lainya dengan jumlah yang kecil.

“Kami bersama dengan bapak gubernur sudah mengeluarkan statement untuk adik-adik mahasiswa agar tidak kembali ke Papua, dan terimakasih kepada para bupati dan pejabat lainnya di luar daerah yang sudah mengeluarkan statement agar mahasiswa tidak kembali/pulang ke Papua,”ujar Kapolda

“Kita duduk bersama dengan satu suara agar para adik-adik kita tetap bersekolah diluar Papua. Saya kira kita harus mengambil langkah langkah yang cepat dan segera karena jika terlalu lama mereka akan diberikan sangsi oleh tempat kuliah mereka. Mari kita meyakinkan kepada seluruh penduduk agar merasa nyaman dan aman berada di Papua, sehingga mereka menganggap Papua adalah rumah mereka,”pungkas Kapolda Papua.

Penyampainan dari Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe S.IP, MH., yang menyampaikan, Peristiwa ulang terjadi pada akhir-akhir ini terutama di Surabaya, kemarin saya baru  ketahui bahwa para mahasiswa sudah ada yang pulang. Kami dari pemerintahan tidak pernah memberikan ucapan maupun tertulis kepada para mahasiswa untuk pulang namun saya hanya sampaikan kemarin “silahkan pulang apabila situasi tidak aman” dan jika situasi aman maka jangan pulang.

Gubernur menambahkan, Kemarin saya mendapat info bahwa para orang tua lah yang memang menginginkan mereka untuk pulang karena para orang tua mereka anaknya tidak aman. Para mahasiswa yang sudah datang saat ini jangan sampai dimanfaatkan oleh oknum yang menginginkan hal tertentu seperti apa yang disampaikan oleh bapak kapolda barusan. Saya kira peristiwa ini memang berantai yang sudah direncanakan, kita perlu menanyakan kepada mereka siapa dalang dibalik kepulangan para mahasiswa ini

“Saya akan kumpulkan para bupati untuk membahas permasalah ini, setiap orang memiliki hak yang sama diatas negeri ini, Kapolri menjamin para mahasiswa untuk melaksanakan perkuliahan dengan rasa aman. Sementara yang saya tau mereka kembali karena orangtua yang merasa tidak aman, untuk alasan lainnya saya belum tau dan saya kira kita perlu telusuri siapa oknum dan apa penyebab dibalik kepulangan mereka,”kata Gubernur dengan tegas.

Penulis                 : Uriiep

Editor/Publish     : Marthen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here