banner 728x250

Kurang dari 24 Jam, Kasat Reskrim dan Tim Opsnal Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan dan Pemerkosaan

#image_title
banner 728x250

Merauke – Kapolres Merauke, AKBP I Ketut Suarnaya, SH, SIK, melalui Kasi Humas Polres Merauke, AKP Ahmad Nurung, SH, yang didampingi oleh Kaurbinops Satuan Reskrim Ipda Sewang, melaksanakan konferensi pers terkait keberhasilan Kasat Reskrim dan Tim Opsnal dalam mengungkap kasus pembunuhan dan pemerkosaan yang terjadi di Jalan Missi Merauke. Konferensi pers ini dilaksanakan di ruang Humas Polres Merauke, Provinsi Papua Selatan, pada Rabu, 19 Juni 2024.

Kasi Humas Polres Merauke menyatakan bahwa kasus pembunuhan dan pemerkosaan tersebut terjadi pada hari Minggu, 16 Juni 2024, sekitar pukul 07.30 WIT di areal pekuburan umum Jalan Missi Merauke. Korban, yang berinisial MEYW, ditemukan dalam keadaan tanpa busana.

“Adapun pelaku sebanyak tiga orang. Pelaku pertama berinisial ABYN alias A, laki-laki (19 tahun), berhasil ditangkap di Jalan Sultan Syaril Merauke. Pelaku kedua berinisial MT, laki-laki (24 tahun), berhasil ditangkap di Jalan Kelapa Lima Merauke. Sedangkan pelaku ketiga berinisial DK alias D masih masuk dalam daftar pencarian orang,” ungkapnya.

Kasi Humas melanjutkan dengan menjelaskan kronologis kejadian. Pada Sabtu, 15 Juni 2024, sekitar pukul 17.00 WIT, para pelaku dan korban sudah mulai minum minuman beralkohol di ruang tunggu kuburan Jalan Missi Merauke. Hingga mabuk, pelaku ketiga mengajak korban masuk ke areal pekuburan untuk berhubungan badan. Pelaku pertama kemudian menyusul dan melihat pelaku ketiga sedang bersetubuh dengan korban dari jarak 1,5 meter. Setelah pelaku ketiga selesai, ia menawarkan giliran kepada pelaku pertama, yang kemudian memperkosa korban. Korban kaget dan berusaha melarikan diri, namun dikejar oleh pelaku pertama. Korban terjatuh dan dipukul oleh pelaku pertama hingga korban tidak berdaya dan diperkosa kembali.

Pelaku pertama lalu memanggil pelaku kedua untuk memperkosa korban lagi. Pelaku kedua memulai dengan memasukkan jarinya ke kemaluan korban. Karena korban meronta, pelaku pertama menginjak kepala korban dan memanggil saksi berinisial T untuk mencari kayu. Pelaku pertama kemudian memukul kepala korban dengan kayu hingga kayu patah, lalu memasukkan patahan kayu tersebut ke dalam kemaluan korban dan mencabutnya kembali. Pelaku kedua kemudian memasukkan jari ke kemaluan korban hingga korban berteriak. Pelaku pertama menginjak kepala korban hingga terbentur dinding kuburan, membuat korban tengkurap. Pelaku kedua menginjak punggung korban, sedangkan pelaku pertama memanggil saksi T untuk mencari kayu balok lagi. Setelah mendapat kayu, pelaku pertama kembali memukul kepala belakang korban hingga meninggal dunia. Pelaku pertama kemudian membuang kayu keluar pagar kuburan, sementara para pelaku dan saksi melarikan diri.

Pada akhirnya, Kasi Humas menyatakan bahwa para pelaku dapat dijerat dengan pasal pembunuhan dan pemerkosaan, yaitu Pasal 338 KUHP dan Pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun.

Penulis : Andre/denny
Editor : Humas Polda Papua

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
banner 728x250