Tribratanews.papua.polri.go.id, Wamena – Kapolri Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph. D dan Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P bersama 4 Menteri beserta rombongan tiba di Apron II Bandar Udara Wamena Jln. Trikora Wamena dengan menggunakan pesawat Hercules TNI AU A-1332 dalam rangka Memantau Perkembangan Sitkamtibmas pasca Kerusuhan di Wamena, Selasa (8/10/2019).

Kegiatan ini diikuti oleh Menko Polhukam RI Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Wiranto, S.H., S.I.P, Mensos RI Dr. Agus Gumiwang Kartasasmita, M.Si, Menkes RI Prof Dr. dr. Nila Djuwita Farried Moeloek, Sp.M, Menteri BUMN Rini M. Soemarno, Kapolri Jendral Pol Prof. Drs. H. Muhamad Tito Karnavian, M. A.,Ph.D, Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C) Hadi Tjahjanto, S.I.P beserta rombongan lainnya.

Rombongan yang tiba di Banda Udara Wamena lalu menuju ke Makodim 1702/Jayawijaya untuk bertemu dengan para pengungsi. Di Makodim 1702/Jayawijaya Rombongan disambut dengan Jajar Hormat oleh Personel Kodim 1702/Jayawijaya dan Polres Jayawijaya.

Menkopolhukam dalam kesempatan tersebut menyampaikan, semua masyarakat disini bersaudara, satu bangsa dan tanah air yaitu Indonesia. Itu merupakan satu hasil dari proses yang panjang sehingga seluruh masyarakat menjalani kehidupan yang harmonis.

“Mari kita merajut kebersamaan dan persaudaraan kita. Karena kita semua bersaudara. Dengan kejadian kemarin, terpaksa ada yang mengungsi dan kembali ke daerah masing-masing, bapak Presiden berpesan agar kita tetap disini dengan jaminan keamanan. Kepolisian dan TNI menjamin keamanan yang tentunya didukung oleh komponen masyarakat,” kata Menko Polhukam.

Pdt. Esmon Walilo yang hadir mengatakan, di Wamena, masyarakat tidak bisa melakukan kekerasan sembarang, masyarakat disini tidak pernah membenci orang. Dirinya berharap teman-teman yang pergi agar ditelpon untuk kembali, karena bapak Kapolres dan Dandim telah melakukan upaya untuk menjaga keamanan.

“Apa yang terjadi ini menjadi pelajaran untuk kita. Bapak ibu punya hak untuk hidup disini. Saya mau menghimbau kepada kita semua untuk tidak takut, bangkit dan berjalan kembali. Kita bangun masyarakat di Wamena dengan adil,” kata Pdt. Esmon Walilo.

Kemudian dilaksanakan Penyerahan bantuan secara simbolik untuk ruko dan rumah yang terbakar dari Kementerian sosial kepada Bupati Jayawijaya.

Rombongan lalu menuju ke gedung Aithousa Betlehem Wamena untuk mengikuti Acara Tatap Muka Menkopolhukam beserta Rombongan dengan Komponen masyarakat Kabupaten Jayawijaya.

Dalam Tatap Muka tersebut Menkopolhukam menyampaikan, dirinya berada disini sebagai Perwakilan Pemerintah Pusat untuk melihat secara langaung apa yang terjadi disini. Bagaimana dapat membangun kembali daerah ini, tidak hanya membangun fisik, namun bagaiman membangun kerukunan dan kebersamaan di Wamena.

“Tadi kita langsung bertemu dengan pengungsi dan masyarakat yang menjadi korban, kita ingin mendengarkan apa isi hati mereka. Saat ini saya ajak kita sekalian untuk mengubur kebencian dan kita saling memafkan serta membangun daerah ini untuk pulih kembali,” ujar Menko Polhukam.

Lagi Kata Menko Polhukam, Kapolri dan Panglima telah menjamin keamanan di daerah ini, namun tanpa adanya dukungan dari Pemerintah Daerah dan masyarakat itu semua tidak akan terwujud.

“Tugas kita agar Bersama-sama membangun suasana kekeluargaan yang baik. Mari kita secepatnya membangun kehidupan yang indah, rukun, damai dan sejahtera di daerah ini. Mudah mudahan dalam waktu dekat kita bisa membangun Wamena kembali,” pungkas Menko Polhukam RI Jenderal TNI (Purn) Wiranto.

Rudi Hartono Ismail selaku masyarakat yang menjadi korban menyampaikan ucapan terima kasih kepada TNI, Polri dan Pemda yang telah memberikan perlindungan kepada semua masyarakat. Dirinya mengapresiasi Bapak Bupati, Dandim, Kapolres yang memberikan kesejukan di tengah-tengah masyarakat.

“Saya sebagai penduduk dari daerah luar menyatakan bahwa Wamena adalah daerah yang sangat kami cintai,” tutur Rudi Hartono.

(hum/re)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here