Jayapura – Kepolisian Daerah Papua melaksanakan kegiatan Pembinaan Mental (Bintal) umat Islam, Hindu, dan Kristen se-Garnisun Jayapura sebagai upaya memperkuat ketahanan rohani, moral, serta toleransi antarumat beragama di lingkungan Polri dan Bhayangkari, Selasa (17/02/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Al Mu’Minum Polda Papua, Pura Prajapati Koya Barat, dan Gereja GKI Jaya Asri Jayapura.
Pembinaan mental lintas agama tersebut dihadiri Ketua Bhayangkari Daerah Papua, Ny. Nova Patrige Renwarin, Wakil Ketua Pengurus YKB Daerah Papua, Ny. Yanti Rontini, para pengurus Bhayangkari Daerah Papua, serta Ketua Bhayangkari Cabang Jayapura Kota Ny. Deby Fredrickus Maclarimboen.
Ketua Bhayangkari Daerah Papua Ny. Nova Patrige Renwarin dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan pembinaan mental tersebut.
“Pembinaan mental ini menjadi sarana untuk memperkuat iman, membangun kebersamaan, serta menjaga kekuatan rohani seluruh keluarga besar Bhayangkari dan Polri,” ucap Ny. Nova Patrige.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kasih, kerendahan hati, serta kecintaan terhadap Papua, khususnya bagi para pengurus Bhayangkari yang akan melanjutkan tugas di wilayah lain.
“Dimanapun bertugas, tetaplah mengasihi masyarakat Papua dan membawa pesan-pesan positif tentang Papua sebagai tanah yang damai dan penuh kasih,” tambahnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan mental lintas agama ini merupakan bagian dari pembinaan internal Polri guna membentuk personel yang berkarakter humanis, berintegritas, dan profesional.
“Pembinaan mental menjadi fondasi penting agar setiap personel Polri mampu menjalankan tugas dengan seimbang antara tanggung jawab kedinasan dan kekuatan spiritual,” pungkasnya.