Nabire – Polda Papua Tengah resmi menggelar Latihan Pra Operasi Jaran Noken 2025 di Aula Wicaksana Laghawa Polres Nabire, Selasa (16/9/2025) pagi. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menekan angka kriminalitas jalanan di wilayah Nabire dan Timika, terutama tindak pidana seperti curas (pencurian dengan kekerasan), curat (pencurian dengan pemberatan), dan curanmor (pencurian kendaraan bermotor).
Hadir dalam kegiatan ini Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Alfred Papare, S.I.K., Karo Ops Polda Papua Tengah Kombes Pol Raymond Marcellino Masengi, S.I.K., M.H., Dirreskrimum Kombes Pol Adi Tri Widiyanto, S.I.K., S.H., serta seluruh peserta operasi. Acara diawali dengan doa pembuka oleh Ipda Yohan, kemudian sambutan dari Karo Ops Polda Papua Tengah.
“Operasi Jaran Noken 2025 merupakan program andalan Kapolda Papua Tengah untuk membuktikan kepada pemerintah daerah dan masyarakat bahwa Polda Papua Tengah mampu mengendalikan situasi kamtibmas, khususnya di Kabupaten Nabire,” tegas Kombes Pol Raymond.
“Kami menargetkan penurunan signifikan pada kasus curas, curat, curanmor, dan tindak pidana lainnya. Rekan-rekan harus mempersiapkan diri agar operasi ini berjalan maksimal,” tambahnya.
Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Alfred Papare, S.I.K. menekankan pentingnya profesionalisme dan pelayanan humanis selama operasi berlangsung.
“Operasi ini digelar selama 30 hari di Kabupaten Nabire. Kita harus menjaga sikap, komunikasi, dan tetap mengutamakan pelayanan yang humanis agar kepercayaan publik terhadap Polri semakin meningkat,” pesannya.
Latihan pra operasi yang dimulai pukul 09.30 WIT dan ditutup pada 12.00 WIT ini diakhiri dengan pemaparan materi oleh Dirreskrimum dan Karo Ops. Operasi Jaran Noken 2025 dijadwalkan berlangsung dari 17 September hingga 16 Oktober 2025, dengan fokus penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan di Kabupaten Nabire serta pemantauan intensif di Timika.