Polres Mimika Laksanakan Pengamanan Terkait Aksi Saling Serang dan Proses Pembakaran Jenazah di Kwamki Narama

banner 728x250

Polda Papua Tengah — Polres Mimika. Personil gabungan TNI–Polri melaksanakan pengamanan dan terkait aksi saling serang antar dua kelompok warga di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, sekaligus mengamankan proses pembakaran jenazah almarhum JM, Selasa (6/1/2026).

Hadir dalam Kegiatan pengamanan Danyon Brimob Yon B Mimika, Kompol Umbu Sairo, S.I.K., Kabag Ops Polres Mimika , AKP Hendri A. Korwa, S.I.K., M.H., Para PJU Polres Mimika, serta Personil Gabungan Polres Mimika, Brimob Yon B dan Personil TNI

Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak Neno Tabuni, Anggota MRP Provinsi Papua Tengah Pendeta Giman Magai, Kepala Distrik Kwamki Narama Edwin Hamadi, serta tokoh adat dan tokoh gereja setempat. Kehadiran para tokoh tersebut bertujuan memfasilitasi komunikasi antara kedua kelompok warga terkait proses pembakaran jenazah almarhum JM sesuai adat Papua Pegunungan.

Namun demikian, proses penentuan lokasi pembakaran jenazah sempat diwarnai pro dan kontra. Sebagian kelompok dari kubu Dang menolak pelaksanaan kremasi di wilayah mereka dengan alasan adat, karena almarhum dianggap bukan bagian dari kelompok tersebut. Situasi kembali memanas saat terjadi penolakan dari salah satu tokoh beserta pengikutnya terhadap lokasi pembakaran yang telah disepakati sementara di sekitar Kantor Distrik Kwamki Narama.

Akibat penolakan tersebut, terjadi aksi penyerangan ke arah rombongan Sekda Kabupaten Puncak yang dikawal aparat keamanan. Aparat gabungan kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur dengan membubarkan massa , sehingga situasi dapat dikendalikan.

Setelah dilakukan komunikasi lanjutan dengan para tokoh adat dari kedua pihak, disepakati bahwa jenazah almarhum JM akan dibakar di jalan aspal yang merupakan batas antara kelompok Niwigalen dan kelompok Dang. Aparat gabungan selanjutnya mensterilkan lokasi dan mengawal pergeseran jenazah dari halaman Kantor Distrik menuju tempat pembakaran.

Proses pembakaran jenazah berlangsung sekitar pukul 14.05 WIT dan diawali dengan doa yang dipimpin oleh Pendeta Lukas Hagabal menggunakan bahasa daerah Suku Damal. Dalam kesempatan tersebut, Sekda Kabupaten Puncak Neno Tabuni mengimbau kedua kelompok warga untuk menghentikan aksi saling serang dan mengedepankan perdamaian demi mencegah jatuhnya korban jiwa lebih lanjut.

Meski sempat terjadi aksi provokasi berupa pelepasan anak panah dari arah kelompok Niwigalen sekitar pukul 14.54 WIT, aparat pengamanan kembali mengambil tindakan tegas . Hingga pukul 15.00 WIT, situasi terpantau aman dan terkendali, dan dengan kondisi cuaca hujan yang meredam potensi bentrokan lanjutan.

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
banner 728x250