Tribratanews.go.id. Polda Papua, Polres Mimika – Ka SPKT III Polsek Mimika Aiptu Sumadi, bersama personil BKO Brimob mengamankan situasi terhadap sejumlah pegawai Puskesmas Pasar Sentral Irigasi karena kesalahpahaman yang terjadi, bertempat di Lorong Flora, jalan Hasanuddin -Irigasi Timika, Sabtu (7/12/19) Pukul 09.00 WIT.

Kejadian tersebut bermula dari ucapan yang dilontarkan Pegawai Dinas Kesehatan, Martina Magai yang akhirnya berujung pengusiran terhadap sejumlah pegawai Puskesmas oleh Pemilik tanah ulayat Puskesmas pasar Sentral, Matias Kambu.

Sebelumnya, Martina Magai menyampaikan bahwa Pemilik tanah ulayat Puskesmas bersama keluarga ini diketahui dalam kondisi pengaruh minuman keras, dan secara spontanitas mendatangi kantor Puskesmas sambil marah-marah menyuruh seluruh pegawai puskesmas keluar meninggalkan ruangan.

Tidak lama kemudian Kepala Dinas Kesehatan Kab. Mimika Alfret Douw S.Pd tiba di Puskesmas dan dengan responnya Aiptu Sumadi langsung mempertemukan Kepala Dinas kesehatan dengan pemilik tanah.

Selanjutnya, dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Kesehatan menyampaikan jika Dinas kesehatan tidak memiliki kewenangan untuk menyelesaikan pembayaran tanah ulayat sebab jika dilakukan maka akan menjadi temuan dikemudian hari.

“Terkait pembayaran tanah ulayat lokasi Puskesmas pasar Sentral Irigasi, pihak Dinas Kesehatan telah membuat Daftar Penyusunan Anggaran (DPA) yang telah diusulkan dan akan dianggarkan di APBD-P Tahun 2019. Setelah dianggarkan maka Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kab. Mimika yang berhak membayar sesuai mekanisme aturan yang berlaku,” terang Kepalas Dinas Kesehatan.

Disamping itu, Matias Kambu kambu mengungkapkan kekecewaannya dan tidak terima apa yang dilontarkan Ibu Martina Magai dengan bercanda mengatakan agar menaikkan bendera BK setelah selesai menurunkan bendera merah putih, daan juga kecewa karena selama ini proses penyelesaian lokasi Puskesmas pasar sentral tidak kunjung diselesaikan padahal kesepakatan hasil pertemuan di Polres Mimika pada waktu itu sudah ada.

Ketika mengetahui kekecewaan pelaku, Kepala Dinas menyampaikan untuk permasalahan tanah lokasi Puskesmas pasar Sentral Irigasi sebenarnya sudah ada sejak kepala Dinas sebelumnya namun tidak kunjung diselesaikan hingga berlanjut sampai sekarang namun kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk menyelesaikan persoalan yang ada. Selain itu bapak Ka Dinkes menelpon Ibu Martina Magai untuk meminta maaf langsung kepada yang bersangkutan atas ucapanya tersebut.

Penulis : Cs

Editor : Rey

Publish : Win

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here